Fatimah12's Weblog
Just another WordPress.com weblog

Ibu Yang Tidak Mengakui Anaknya.

 

Unaizah adalah seorang wanita rupawan baik luar dan dalam dari kabilah Anshar. Karena paksaan dari saudara-saudaranya, ia dinikahkan dengan seorang budak berkulit hitam bernama Asyja’ hingga ia mengandung. Tidak lama kemudian Asyja terbunuh dalam suatu perang.

 

Kebencian Unaizah kepada suaminya membuatnya membenci kepada bayinya yang tak berdosa. Begitu ia melahirkan , ia segera menyerahkan bayinya kepada Bani Mustaliq tanpa menyusuinya sedikitpun.

 

Si bayi tumbuh besar ditengah-tengah Bani Mustaliq. Lama-kelamaan melihat keadaan dan bukti yang ada, ia merasa bahwa dirinya bukan berasal dari kabilah tersebut. Ia berupaya mencari kejelasan asal-usul dan nasab dirinya.

 

 

Meski orang2 kabilah berusaha menutupi fakta sesuai pesan Unaizah , akhirnya pemuda itu mengetahui  rahasia yang selama ini tersimpan rapat. Ia tahu bahwa ibunya adalah Unaizah dari Anshar dan ayahnya adalah seorang pejuang dari Bani Abbas yang tewas dalam perang.

 

Pemuda berwajah hitam itu lalu mencari ibunya. Saat ia menemukannya, ia malah diusir dan tidak diakui sebagai anak.

 

 

Pemuda malang yang melihat nasibnya lebih gelap dari kulitnya, meminta bantuan dari pihak penguasa. Khalifah Umar memanggil Unaizah dan memberitahukan pengakuan si pemuda. Namun Unaizah tetap mangkir dan tidak bersedia mengaku bahwa ia adalah istri ayah pemuda itu.

 

Khalifah Umar meminta si Pemuda membawa saksi-saksi, namun ia tidak memiliki saksi seorangpun. Di lain pihak, dengan memanfaatkan kedudukan sosialnya, Unaizah membawa beberapa saksi yang menyatakan bahwa ia belum menikah ddan tidak mempunyai anak.

 

Akhirnya si pemuda dianggap telah berdusta dan dikenai hukuman. Saat akan dibawa kepenjara, disana terdapat Imam Ali Bin Abi Thalib as, Imam melihat kegelisahan pemuda itu dan bertanya. Setelah mendengar seluruh peristiwa dari mulut sipemuda dan menyaksikan tanda-tanda kejujuran dan ke-Mazlum-annya, Imam menyuruh petugas mengembalikannya ke Mesjid. Beliau juga meminta Umar memanggil kembali Unaizah dan memeriksanya kembali.

 

Unaizahpun kembali mengingkari dakwaan si pemuda. Imam berpaling pada si pemuda dan berkata, “ Kau juga ingkarilah bahwa kau adalah anaknya.”

 

Si Pemuda dengan enggan menuruti perintah Imam dan menyatakan bahwa ia bukan anak Unaizah.

Amiril Mukminin Ali Bin Abi Thalib as memanggil para wali Unaizah kepangadilan dan bertanya kepada mereka “ Apakah keputusanku berlaku pada wanita ini..?

 

Mereka menjawab , “ Tidak hanya pada dirinya bahkan keputusan anda  berlaku atas diri kami semua.”

 

Saat itu, Imam mengatakan, “ Aku jadikan kalian sebagai saksi bahwa wanita ini kunikahkan dengan pemuda yang bukan muhrimnya ini.”

 

Beliau lalu menyruh Qanbar mengambil pundi uang dari rumah. Uang sejumlah empat ratus dirham diberikan  Imam kepada Unaizah sebagai mahar dan berkata kepada si pemuda, “ Bawalah istrimu ini dan jangan kesini sebelum engkau melihat tanda-tanda perkawinan..!”

 

Dengan perintah Imam, si pemuda menggandeng tangan Unaizah yang masih menyisakan kecantikan masa mudanya. Baru beberapa langkah Unaizah kembali kepengadilan dengan tubuh gemetar dan berkata, “ Wahai Abu Hasan…cukup sudah…Aku melihat api neraka dan kehinaan dihadapanku. Sekarang aku mengaku bahwa ia adalah anakku..”

 

Setelah mendengar pengakuan wanita itu, Imam Ali as menanyakan peristiwa yang sebenarnya. Unaizah lalu menceritakan apa yang pernah terjadi antara dia dan Asyja’  Abbasi suaminya dan kejadian-kejadian setelahnya.

 

Lalu Imam Ali bertakbir dan mengucapkan syukur kepada ALLAH yang telah menyingkap kebenaran. Saat Unaizah memeluk putranya dan mencium wajahnya dengan keibuan, masjid dipenuhi dengan gema Takbir orang-orang yang menyaksikannya..

 

 

ALLAHU AKBAR…!

Salam atasmu Ya Amiril Mukminin…

Wahai engkau yang paling absah ucapannya, paling piawai pendapatnya, paling berani jiwanya.

Wahai engkau terhadap kaum mukminin seperti ayah pengayom, disisimu  mereka seolah-olah anak-anak didikmu.

Wahai engkau laksana benteng pelindung bagi kaum mukminin..

Ucapanmu adalah hukum dan ketetapan.

Salam atasmu Wahai Keluarga Nabi…

 

Belum Ada Tanggapan to “Ibu Yang Tidak Mengakui Anaknya.”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: