Fatimah12's Weblog
Just another WordPress.com weblog

” Mengapa HARUS Imam Ali Bin Abi Thalib a.s ? “

 

بسم الله الرحمن الرحيم

اللّهم صلى عل محمّد و ال محمّ

Sewaktu kita akan berpergian yang sangat jauh yang kemungkinan kita tidak akan kembali lagi, tentu kita akan berwasiat dan menitipkan semua apa yang kita miliki, pada orang yang memang benar-benar kita sangat percayai. Dan umumnya pada salah seorang Famili kita sendiri, disamping alasan Famili(hubungan darah) tentu ia pun sangat mengetahui keadaan kita, harta kita, atau apapun yang berhubungan dengan kita, ia tau apa yang kita sukai dan apa yang tidak kita sukai. Dan kitapun tentu sangat mempercayainya sehingga dengan luas hati kitapun Ridha untuk melepas semua yang ada  dan menitipkan padanya. Kitapun sangat yakin bahwa ia tidak akan berani untuk mengambil(secara zalim) apapun  yang kita miliki. Apalagi bila ia telah teruji kejujurannya.

 

Bila anda seorang guru tentu anda mempunyai seorang murid yang mendapat tempat dihati anda, anda sayang padanya, ia pasti seorang anak yang cerdas dan sangat cepat dalam memahami pelajaran apapun yang anda berikan.

 

Bila anda seorang pelatih Bela diri tentu andapun mempunyai seorng murid yang menjadi unggulan anda. Ia tentu akan anda percayakan untuk ikut serta dalam ajang pertandingan-pertandingan, apalagi apabila murid anda tersebut telah terbukti keunggulannya dengan menjuarai berbagai pertandingan, tentu anda bangga padanya, ada rasa puas dihati anda.

 

Begitulah.. boleh dikatakan semua itulah yang terjadi antara Nabi Muhammad Saww dengan Imam Ali Bin Abi Thalib a.s, cerita-cerita diatas hanya sebagai ‘perumpamaan’ sederhana  agar lebih mudah untuk memahami ‘Bagaimana..’ posisi Imam Ali Bin Abi Thalib a.s disisi Baginda Nabi Muhammad Saww. Beliaulah orang yang paling mengetahui seluk beluk agama ini.  Imam Ali a.s pernah berkata : ” Jadikanlah apa yang telah terjadi sebagai contoh bagi yang akan terjadi, SEBAB segala sesuatu banyak mengandung persamaan ”

 

Jelas… ! yang lebih memahami anda pasti keluaga anda sendiri dibanding orang lain, yang sangat faham kebiasaan anda, dan segala yang anda lakukan setiap harinya, pesan-pesan moral akan lebih banyak anda berikan pada keluarga anda sendiri.

 

Dalam satu rumah harus ada pemimpin, begitupun dalam satu sekolah harus ada kepala sekolah, dan dalam satu Negara harus ada Kepala Negara. apalagi dalam satu agama yang mencakup seluruh dunia ini, Dunia ini milik Allah, Agama ini milik Allah tentu DIA sendiri yang akan memilih Wali2-NYA.. Dan Yang dititipkan oleh Nabi adalah agama ini, tidak mungkin Allah membiarkan begitu saja dunia ini tanpa pemimpin ummat yang terpilih, apa yang dilakukan oleh Nabi itu pasti melalui ijin dari Allah.

 

Pemimpin umat terpilih setelah Nabi Muhammad Saww, Dialah..Imam Ali Bin Abi Thalib a.s, Beliau satu-satunya yang lahir di dalam ka’bah, satu-satunya yang pernah menaiki pundaknya rosul SAWW, beliau dari kecil sudah dibimbing oleh rosul SawW beliau adalah pintu kota rosul SAWW.  Beliaulah sumber pengetahuan terbaik tentang Al-Qur’an dan Islam, guru terbaik tentang Islam setelah Nabi Muhammad, dan pembawa serta penjaga terpercaya dari tradisi Sunnah.  Imam Ali a.s pernah berkata : “Demi Allah jika aku diberi tujuh iqlim(kawasan) dan apa-apa yang ada dibawah langit-NYA, agar aku bermaksiat kepada Allah, dengan merebut biji gandum dari mulut seekor semut niscaya aku tak akan melakukannya.”

 

Ibarat dalam perjalanan ke satu kampung akhirat kita harus melewati satu pintu Gerbang yaitu pintu Gerbang kematian, pintu itu Wajib kita lewati karena itu suatu ketentuan dari Allah. Begitupun dalam menggapai Ilmu Nabi sudah seharusnya melewati Beliau (Imam Ali Bin Abi Thalib a.s).

 

Muhammad bin Mansur Thusi berkata: “Aku mendengar dari Ahmad bin Hambal yang berkata, “Semua keutamaan dan kemuliaan yang dikatakan bagi Imam Ali as tidak satu pun datang bagi sahabat Rasulullah saw.” (Tarjumah Imam Ali bin Abi Thalib, jilid 3: 63)

 

Rosul pernah menyebutkan beberapa kelebihan imam Ali a.s yang pernah beliau SAWW ungkapkan, kurang lebih intinya seperti berikut:

 

“Ya Ali Aku minta kepada Allah untukmu  5 hal dan Allah mengabulkannya :

1. Aku mohon kepada Allah meminta aku menjadi manusia yang pertama dibangkitkan ketika bumi pertama kali dibelah, dan ketika aku membersihkan kepalaku dari debu aku meminta kepada Allah supaya engkau dibangkitkan bersama Aku.

2. Aku minta kepada Allah supaya Aku dan Kamu diberhentikan di mizan dan engkau berhenti bersamaku dan Allah mengabulkannya.

3. Aku minta kepada Allah supaya menjadikan engkau yang mengibarkan benderaku kelak dihari kiamat, Dan Allah mengabulkannya bendera terbesar dan termegah dan umat yang bersama bendera ini mereka jaya diakhirat yaitu rombongan orang-orang yang sukses yang menuju surga.

4. Aku minta kepada Allah agar kelak ketika orang mukmin yang minum air di telaga rosul SAW, engkau yang menuangkan airnya dan Allah mengabulkannya. Ternyata rosul punya telaga kelak di Akhirat Siapa yang minum air dari telaga rosul SAW ini tidak akan haus selamanya dan yang menuangkan airnya adalah imam Ali a.s.

5. Aku minta kepada Allah agar engkau yang menggiring dan menuntun kaum mukmin ke surga, dan Allah mengabulkannya.

 

Sa’id bin Kultsum berkata: “Aku berada di sisi Imam Ja’far Shadiq. Lalu muncullah pembicaraan tentang Imam Ali bin Abi Thalib a.s,  Beliau sangat memujinya dan berkata, “Demi Allah! Ali bin Abi Thalib sepanjang usianya tidak makan makanan haram sedikit pun. Apabila dua perkara mubah datang, ia memilih apa yang lebih baik bagi agamanya. Tidak ada peristiwa sulit yang dialami Rasulullah saw kecuali Rasulullah saw memanggil Ali karena mempercayai Ali. Tidak seorang pun yang berkemampuan melakukan amalan Rasulullah saw kecuali Ali. Amalan Imam Ali a.s sedemikian rupa sehingga seolah-olah beliau berada di antara surga dan neraka. Beliau senantiasa optimis dengan surga dan takut dengan siksa neraka. Sepanjang usianya, beliau membeli seribu budak dan kemudian membebaskan mereka di jalan Allah dengan uang pribadi hasil jerih payahnya. Makanan Ali dan keluarganya adalah zaitun, cuka, dan kurma. Pakaiannya hanyalah dari Karbas (kain kasar).” (Bihârul Anwâr 41: 110)

 

Imam Ali merupakan sahabat Nabi satu-satunya yang tidak hanya menguasai hukum Al-Quran sedalam-dalamnya, tetapi beliau juga menguasai hukum Injil dan Taurat.

 

Menurut Ibnu Abil-hadid Al-Mada ini meriwayatkan bahwa Imam Ali pernah berkata kepada para Sahabatnya : “ Seumpama semua kasus peradilan berada ditanganku, maka pertikaian diantara orang-orang penganut Taurat(yakni orang2 Yahudi) tentu akan kuputuskan atas dasar kitab Taurat; pertikaian antara para penganut Injil (orang-orang Nasrani) tentu akan kuputuskan atas dasar kitab mereka; dan pertikaian diantara para penganut Al-Furqaan(Kaum Muslimin) akan kuputuskan atas dasar Al-Quran.

 

Penulis kitab Al-Ghaaraat meriwayatkan kesaksian seorang bernama Minhal bin Amr bin Abdullah bin Al-Harits yg mengatakan sebagai berikut : “ Setiap orang yg telah dewasa (akil Baligh) pasti ada kaitannya dengan Al-Quran yg diturunkan Allah”. Diantara orang-orang yg mendengar ucapan itu sendiri lalu mengajukan pertanyaan dengan maksud hendak mendustakan : “ Ya..Amiril Mukminin, apakah yang diturunkan Allah mengenai diri anda sendiri ?”  Beberapa orang bangkit dari tempat duduknya hendak menyerang sipenanya, tetapi Imam melarang : “ Biarkan dia..!” kemudian Imam Ali as bertanya : “ Apakah engkau pernah membaca Surah Hud ?” orang itu menyahut : “ Tentu..!” , lalu Imam Ali bertanya lagi : “ Apakah engkau sudah membaca Firman Allah dalam surah itu : “…orang yang menerima bukti nyata (Al-Quran) dari Tuhannya, kemudian ia diikuti oleh seorang saksi mengenai itu…” (QS Hud : 17)

 

Orang itu menjawab : “ Ya…” Lalu Imam menegaskan : “ Orang yang menerima bukti nyata (Al-Quran) itu ialah Muhammad dan orang yang mengikutinya serta menjadi saksi ialah aku.!”.

 

Kedua riwayat tersebut sama sekali tidak menunjukkan bahwa Imam Ali as itu adalah orang yg suka membangga-banggakan. Jawaban setegas itu memang pada tempatnya, karena ditujukan pada orang yang bertanya bukan dengan maksud ingin mengetahui persolan yang sebenarnya, melainkan hendak menjatuhkan martabat orang lain. Apa yang diucapkan Imam Ali as adalah jawaban yang benar atas pertanyaan yang batil.

 

Riwayat yang berasal dari Abdullah bin Syu’bah mengatakan : “Dikalangan para sahabat Nabi tidak ada orang yang pengetahuannya mengenai fara’idh (hukum pembagian harta pusaka) lebih mendalam dan lebih kuat dari pada ‘Ali Bin Abi Thalib as, Umar Ibn khattab juga mengakui : “ Diantara kita orang yang paling mampu mengambil keputusan hukum adalah ‘Ali Bin Abi Thalib’ r.a”

 

Abu Nu’aim Al-Ashfahani didalam “Hulyatul-Aulia” mengetengahkan riwayat berasal dari Imam Ali sebagai berikut : “ Rosulullah Saww mengutusku ke Yaman untuk bertugas sebagai Qadhi(hakim) dinegri itu. Kepada beliau aku berkata : Ya Rosulallah, engkau mengutusku ke Yaman orang-orang disana tentu memintaku untuk mengambil keputusan hukum mengenai berbagai perkara yang mereka ajukan, sedangkan dalam hal itu aku belum berpengalaman. Lalu Beliau menyuruhku mendekat dan setelah aku mendekatinya beliau menepukkan tangannnya kedadaku sambil berucap : “ Ya Allah …mantapkanlah lidahnya dan bimbinglah hatinya..”, Demi Allah…sejak itu aku tidak pernah ragu dalam mengambil keputusan.

 

Dan dalam hal kekayaan  Imam Ali  pernah ditanya oleh seorang sahabatnya yang merasa heran melihat Imam Ali tidak mau hidup berkecukupan bersama keluarganya. Dalam hal ini Imam Ali as. Menjawab : “ Apakah patut kalau aku merasa puas disebut Amirul-Mu’minin, sementara aku tidak menyertai rakyatku dalam duka derita ?” Duka derita yang dimaksud ialah kemiskinan dan kemelaratan.. Dalam jawabannya itu jelas sekali terlihat bahwa kezuhudan Imam  Ali as tidak hanya kerna kedalaman iman dan kebesaran takwanya kepad Allah, tetapi juga karena kemanunggalannya dengan ummat yang dipimpinnya. Padahal jika mau ia tidak sukar memperoleh sebagian dari dana Baitul-Mal untuk mencukupi kebutuhan hidupnya sehari-hari bersama keluarga.

 

Ketika Imam Ali sampai dimasjid beliau langsung menuju mimbar, setelah memanjatkan puji syukur kepada Allah SWT serta mengucapkan salam dan shalawat bagi Rosulullah Saww, beliau berkata :  “ Silahkan kalian bertanya kepadaku mengenai sola-soal yang belum pernah kalian tanyakan kepadaku, agar sepeninggalku kalian tidak menanyakan lagi kepada orang lain.”

 

Ibnul –Kawwa bertanya : “ Apakah arti lafadz ‘ adz-dzaariyat’ ?” Imam menjawab : “angin..”,

“Apakah arti kalimat ‘al-haamilaati wiqraa’ ?” Imam menjawab : “Awan..”

Ibnul –kawwa masih bertanya lagi : “ Apakah arti kalimat ‘al-jaariyaati yusraa’ ?” Imam menjawab : “Bahtera”.

Pertanyaan terakhir yang diajukan Ibvnul-kawwa ialah : “Apakah arti kalimat ‘al-muqassimaati amraa?” Imam Menjawab : “Para Malaikat”.

 

Demikian cepat dan singkat Imam Ali menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut diatas sehingga hadirin tercengang, lalu bertakbiir : “ Allahu Akbar, benarlah sabda Nabi : ‘Aku adalah kota ilmu dan Ali adalah pintunya “

 

Hadirin terdiam dan suasana berubah hening, tetapi keheningan itu dipecah oleh suara Imam Ali yang berkata : ‘Tanyakalah apa saja kepadaku. Demi Allah…setiap ayat yang diturunkan Allah dalam kitab suci-NYA kuketahui kapan ayat itu turun dan mengenai apa ayat itu diturunkan. Aku mengetahui juga setiap ayat yang turun mengenai seseorang dari Qureisy, apakah ia dijanjikan akan masuk syurga atau akan masuk neraka.”

 

Salah satu dari ahli qiraat(ahli membaca Al-Quran dan mengajrkannya) bertanya : “ Ayat apakah yang turun mengenai pribadi anda sendiri ?” Imam Ali menjawab : “ Seumpama anda tidak menanyakan soal itu dihadapan orang banyak, aku tentu akan menjawabnya, bukankah anda sendiri telah membacanya dalam Surat Hud:17

“ Apakah(orang-orang kafir itu sama dengan) orang yang mempunyai bukti(Al-Quran) dari Tuhannya dan diikuti/dibaca oleh seorang saksi dari padanya..?”

 

Rosulullah Saww yang menerima bukti(Al-Quran) dari Tuhannya dan aku adalah saksi yang membaca dan mengikutinya.”

 

Hingga disitu sajalah Imam Ali menjawab kemudian diam karena ia merasa malu berbicara mengenai pribadinya sendiri. Namun Ibnu Abbas cepat berdiri lalu menyambung jawaban Imam Ali a.s, ia mengatakan : “ Firman Allah didalam surat Al-Maidah(ayat ke 55) menegaskan :

“ Sesungguhnya penolong kalian hanyalah Allah, Rosul-NYA dn orng-orang yang beriman..”

Ayat tersebut turun mengenai kaum Mu’minin dan Ali Bin Abi Thalib sebagai orng pertama yang beriman. Sedangkan ayat yang selanjutnya, yaitu :

“ Mereka mendirikan shalat dan menunaikan Zakat sambil bar-ruku; khusus diturunkan Allah mengenai Imam Ali Bin Abi Thalib, yang ketika ia sedang menunaikan shalat, dan disaaat sedang ber-ruku, datang seorng peminta-minta, kemudian ia(Ali Bin Abi Thalib as) memberikan cincin yang melekat pada jarinya.”

 

Ammar bin Yasir menambahkan : “ Selain itu Rosulullah Saww juga telah bersabda : ‘Aku kota ilmu dan Ali pintunya, maka masukilah kota itu melalui pintunya.”

 

‎Rosulullah Saww bersabda : “Engkau di sisiku seperti kedudukan Harun di sisi Musa, hanya saja tidak ada Nabi setelahku… ” ” Engkau seperti Ka’bah di datangi dan tidak mendatangi… “, untuk melihat beberapa hadis mengenai Imam Ali anda dapat pula membaca notes ini  http://www.facebook.com/notes/sity-aminah/beberapa-hadis-hadis-keutamaan-sayyidina-ali-as/10150621880970215?ref=notif&notif_t=note_comment

 

Untuk lebih detail dan jelasnya lagi silahkan membaca banyak buku mengenai Beliau dan salah satu Buku dengan judul IMAMUL MUHTADIN Sayyidina Ali Bin Abi Thalib a.s oleh H.M.H Al-Hamid Al-Huseini.

 

Ini BUKAN Kultus individu, tapi ini suatu ketentuan yang telah digariskan oleh Allah, Rosulullah Saww bersabda : “ Wahai Ali siapapun yang mencintaimu pasti dia Muslim, dan siapapun yang membencimu pasti dia munafik.” (Hr.Tirmidzhi)

 

 

Selamat Atas Hari Kelahiranmu Ya.. Amiril Mukminin Sayyidina Ali Bin Abi Thalib a.s, semoga kita digolongkan orang-orang yang mencintai dan dicintai oleh Beliau, Ilahiii…Aamiiin…Ya Robb…

 

AL-FATIHAH.

Belum Ada Tanggapan to “” Mengapa HARUS Imam Ali Bin Abi Thalib a.s ? “”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: