Fatimah12's Weblog
Just another WordPress.com weblog

Coretanku Tentang CINTA..

 

Siang menjelang sore tadi kuberada didekat jendela kamarku dari kejauhan kudengar sayup2 bacaan Maulid dari speker sebuah Mushola yg agak jauh dari rumahku, Indaaaaaaaaahhhhh….. sangat indah…kudengar.., AlhamdulillahiRobbi a’lamin…nyanyian itu masih ada menggema diBumi ini.

 

 

Ingatanku kembali kemasa kecilku dulu, ketika aku masih mengaji dimushola, dengan mengenakan atasan putih panjang dgn rok hijau panjang dipadu dgn jilbab putih kudekap kitab Maulid didadaku dgn wajah yg masih basah dgn air wudhu kami beramai-ramai berjalan ke Mushola untuk membaca Maulid. Bacaan Yang menggambarkan indahnya Nabi Muhammad Saww, bacaan yang tercipta karena cinta pada sang Nabi, Indahhh….sangat indah untuk dikenang…, betapa inginnya kumengulang masa itu, betapa inginnya kuberlari kemasa itu lagi…

 

 

Aku terlahir karena cinta

Aku dibesarkan dengan cinta

Orang-orang yang menyayangiku para pencinta

Sahabat-sahabatku adalah para pecinta

Aku dikelilingi para pecinta

Cintalah yang membuatku mampu bertahan

Hidupku untuk cinta maka Insya Allah…kan berbalas cinta.

 

 

Bagaimanakah Dahsyatnya cinta bisa kita lihat, pada kisah Nabiyallah Daud as menangisi putranya Nabiyallah Yusuf as, karena cinta matanya menjadi buta krn banyak menangis. Benarlah kiranya… bahwa Cinta bisa melakukan segalanya.

 

 

Tentang cinta bisa kita lihat bagaimana Imam mengungkapkannya utk hal ini, Imam Ali Bin Abi Thalib as pernah berkata : “Kami (Ahlul Bait) memiliki sahabat yang apabila kami lukai salah satu anggota tubuhnya, kecintaan mereka kepada kami semakin bertambah. Sebaliknya kami memiliki musuh, yang apabila kami beri mereka madu, permusuhan mereka terhadap kami justru semakin bertambah.”. Ya Allah…Dimanakah aku..?

 

 

Bagaimana mungkin Cinta ILahi tapi MEMBENCI utusannya ?

Bagaimana mungkin Cinta Utusannya tapi MEMBENCI Keluarganya ?

Bagaimana mungkin Cinta Keluarganya tapi MEMBENCI Keturunannya ?

Bukankah pecinta selalu mencintai apa yang dicintai oleh sang dicinta…?

Bukankah pecinta harus selalu mengikuti sang dicinta..?

Bukankah ‘Agama itu cinta dan cinta itu agama..?

Bukankah cinta lebih utama daripada takut..?

 

 

Imam Ja’far Shadiq a.s berkata :

“ Tanda suatu cinta adalah mendahulukan yang dicintai dari pada selainnya.”

Bagaimanakah….menunaikan hak sang dicinta….?

 

 

Ssssuuuut….Dengarlah ini… ketika cinta tengah berbicara..

 

Hatiku mengeluh, karena hati manusia sedang merana…

Kantuk tak lagi datang, susah tidur membuatku pusing….

Wahai siapa yang akan menyampaikan pesanku kepada al-Husain,…

 

Yang dibantai,meski tak berdosa,..

Bajunya seakan-akan dicelup basah dengan warna merah….

Kini hatta pedang pun meratap, dan tombak menjerit…

Dan kuda yang kemarin meringkik, kini meratap…

Bumi bergempa karena keluarga Muhammad…

Demi mereka, gunung-gunung yang kukuh niscaya akan meleleh…

Benda-benda langit rontok, bintang-bintang gemetar,…

Wahai cadur-cadur dirobek, demikian juga hati!…

Orang yang bershalawat untuk dia yang diutus dari kalangan Bani Hasyim,…

Dia juga memerangi anak-anaknya….

Duhai alangkah anehnya!….

 

Jika aku dianggap berdosa karena cinta kepada keluarga Muhammad,..

Maka aku tidak akan bertaubat atas dosaku itu…

(Syair Imam Syafi’i)

 

 

 

 

Indaaaaahhhh…sungguh sangat Indah, ketika cinta berbicara tak akan ada yang bisa menghalanginya. Apapun kan dikorbankan demi sang dicinta. Segala puji bagi Allah ta’ala yang telah menjadikan cinta sebagai jalan menuju apa yang dicintai-Nya.

 

 

Duh Gusti……

Kau berikan cinta pada mereka yang menginginkan dan membuka hatinya untuk cinta.

Trima kasih Tuhan…yang Tiada Terhingga..karena Cinta Bumi ini yg telah membawa pada cinta Langit.

 

 

Atas nama cinta, demi cinta dan untuk cinta..

Salam untuk para Pecinta.

Satu Tanggapan to “Coretanku Tentang CINTA..”

  1. Cinta, bagaimana mungkin kita dapat menerangkan Cinta,
    “Aku memang pandai berketerangan tentang Cinta, Namunbila Cinta itu datang padaku, aku jadi malu pada keteranganku sendiri”. Begitulah Syair Maulawi Jalaluddin Rumi.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: