Fatimah12's Weblog
Just another WordPress.com weblog

Bunda Maryam dan Nabi Isa a.s

Maryam adalah wanita pertama yang menyandang gelar batul dan ‘adzra’ dikarenakan beliau selalu sibuk beribadah dan berkhidmat di Baitul Maqdis. Beliau juga terkenal dengan keelokan parasnya yang memancarkan cahaya benderang sehingga beliau tak perlu penerang apapun untuk menerangi mihrabnya.

 

Setelah Isa a.s terlahir kedunia atas izin Allah dan mukjijat Ilahi. Maryam a.s menggendong bayinya yang baru lahir itu ke Baitul Maqdis. Namun belum lama berselang, orang-orang Yahudi melihatnya dan melontarkan kata-kata yang tak senonoh seraya menuding dengan kasar.

 

Hai saudara perempuan Harun(Maryam a.s) ayahmu sekali-kali bukanlah seorang jahat dan ibumu sekali-kali bukanlah seorang pezina.

 

Maka Maryam menunjuk pada anaknya, mereka berkata.” Bagaimana kami akan berbicara dengan anak kecil yang masih dalam ayunan ?”

 

Berkata Isa,  “ Sesungguhnya  aku ini adalah hamba Allah. Dia memberikan al-Kitan(Injil) dan menjadikan aku seorang Nabi.”

 

“ Dan DIA menjadikan aku seorang yang diberkati dimana saja aku berada. Dan DIA memerintahkan kepadaku (mendirikan) shalat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup.”

 

Dalam ayat ini, Nabiyallah Isa a.s yang masih bayi itu, berkat kuasa Tuhan, sudah mampu berbicara, mengemukakan masalah shalat. Ini membuktikan bahwa shalat selalu diwajibkan atas umat manusia disetiap zaman.

 

Suatu hari seseorang bertanya pada Imam Ja’far shadiq a.s, “ Apakah Isa a.s pernah menghidupkan  orang mati  yang setelah hidup kembali, sesaat kemudian menjalani kehidupan, seperti makan dan punya anak ?” Imam Ja’far shadiq menjawab : “ Pernah…, Isa a.s memiliki saudara seagama serta sahabat yang tulus dan berprilaku baik. Setiap kali melintas didekat rumahnya, beliau selalu singgah dan menanyakan keadaannya. Suatu hari,  Isa a.s pergi beberapa lama. Sekembalinya dari berpergian itu, beliau teringat saudara seagamanya. Beliau lalu pergi kerumahnya dan mengucapkan salam.

 

Ibu saudara segamanya itu keluar dari rumah, lalu Isa a.s  bertanya kepadanya, “ Dimanakah siFulan putramu ?”

Ibu itu menjawab, “ Wahai utusan Allah, putraku telah meninggal dunia.”

Isa a.s berkata, “ Apakah kau ingn melihat putramu hidup kembali ?”

Ibu menjawab : “ Ya…aku ingin melihatnya hidup kembali.”

Lali Isa a.s berkata, “ Besok….aku akan menemuimu dan dengan izin Allah, putramu akan kuhidupkan.”

 

Hari esokpun tiba, Isa a.s mendatangi siibu tersebut dan berkata, “ Mari kita pergi kekuburan putramu.” Si ibu pergi kekuburan putranya bersama Isa a.s. Lali beliau(Isa a.s) berdiri didekat kuburan dan berdoa. Kuburan itu tiba-tiba terbuka dan putra ibu tadi keluar dari  liang kubur dalam keadan hidup. Saat saling bertatapan ibu-anak itupun menangis bersama. Isa a.s merasa iba melihat keadaan itu.

 

Beliau lalu bertanya pada sianak , “ Apakah kau ingin tetap hidup didunia bersama ibumu?”

Dia menjawab, “ Apakah itu artinya aku dapat makan, mencari rezeki, dan hidup selama beberapa saat?”

Isa a.s menjawab : “ Benar…apakah kau mau hidup sampai 20 tahun, dapat makan, mecari rezeki, menikah dan punya anak ?”

Dia menjawab, “ Ya…aku mau menerima itu ?”

Isa a.s menyerahkannya pada ibunya. Sejak itu dia hidup didunia sampai 20 tahun dan punya istri dan anak.

 

 

Ibunda Nabiyallah Isa a.s (Maryam a.s) hidup didunia selama 63 tahun, Nabiyallah Isa a.s berkata pada ibundanya, Wahai bundaku…, berkat ilmu yang Allah berikan padaku, aku jadi mengerti bahwa dunia ini tidaklah kekal abadi dan akhirat adalah tempat yang kekal abadi. Sekarang perbuatan yang benar adalah : kita berdua keluar dari dunia fana ini sambil berbekal diri.”

 

Karena itu Maryam a.s beserta anaknya yang tercinta pergi menuju sebuah gunung diLebanon. Mereka berdua melewati siang hari dengan berpuasa dan malam hari dengan beribadah. Keduanya merasa cukup dengan tumbuh-tumbuhan, pepohonan, dan air hujan untuk makan dan minum serta menghabiskan waktu cukup lama disana.

 

Suatu hari Nabi Isa a.s turun dr gunung untuk mencari sesuatu yg dapat dimakan. Saat itulah malaikat maut mendatangi Maryam a.s yg sedang berada dimihrabnya. Malaikat itu berkata “ Salam sejahtera atasmu, wahai Maryam yg sedang berpuasa  dan berdiri (untuk beribadah).”

 

Begitu melihat malaikat maut itu, Maryam jatuh pingsan karena takut. Ketika beliau siuman, malaikat itu untuk kedua kalinya mengucapkan salam, “ Assalamu ‘alaiki.” Lagi-lagi beliau jatuh pingsan. Begitu siuman beliau berkata, “ Wahai hamba Allah! Siapakah engkau yang saat melihatmu seluruh persendian tubuhku terguncang, kulit tubuhku bergetar, dan akallku serasa terbang dari kepalaku begitu mendengar suaramu ?”

 

Dia berkata : “ Akulah sosok yang tak punya belas kasih terhadap anak kecil dan dwasa. Aku tak pernah mengucapkan salam saat masuk kedalam (istana) para pemimpin dan orang-orang zalim. Akulah perusak rumah dan kerajaan-kerajaan, meramaikan kuburan, memecah persatuan seluruh saudara, saudari, ayah dan ibu. Akulah malaikat kematian, Izaril yang sekarang diperintahkan untuk mencabut nyawamu.”

 

Maryam a.s berakata :” Tidak bisakah engkau menunggu kedatangan putraku yang tercinta Isa a.s, agar aku bisa berjumpa dengannya untuk terakhir kalinya ?”

 

Malaikat maut berkata : “Aku tak dijinkan dan diperintahkan melaksanakan perintah Tuhanku. Aku tak dapat mencabut ruh seseorang tanpa seijin-NYA. Sekarang aku diperintahkan untuk mempercepat proses pencabutan nyawamu. Bersiaplah berjumpa dengan Tuhanmu.”

 

Maryam a.s berkata, “ Aku pasrah pada perintah Tuhanku, lakukanlah apa yang telah diperintahkan kepadamu. !”.  Malaikat mautpun mencabut ruhnya dan para malaikat membawanya ke langit nan tinggi.

 

Kebetulan hari itu Isa a.s baru pulang saat Isya’ Karena harus naik gunung untuk mengambil beberapa tumbuhan kering untuk berbuka puasa ibundanya. Melihat ibundanya sedang tidur, beliau berkata dalam hati, “ Banyaknya  beribadah dan berpuasa membuatnya lelah; sebaikanya aku biarkan beliau istirahat.”

 

Lalu beliau menaruh makanan yang dibawanya untuk berbuka itu dan melangkah ke mihrab ibadahnya untuk menunaikan shalat hingga lewat sepertiga malam, melihat ibundanya masih belum juga  bangun, beliau mendekatinya dan memanggilnya dengan lirih ;

 

“ Salam atasmu wahai ibundaku… ! malam telah berlalu, orang—orang yg berpuasa telah berbuka, dan orang-orang yang mendirikan shalat telah(mendirikan) shalat, mengapa ibu belum juga bangun untuk beribadah ?”

 

Kemudian beliau berkata dalam hati,

“ Setiap tidur itu ada kenikmatannya tersendiri, Demi Allah, akan kubiarkan ibuku dalam tidur yang indah agar beliau dapat sedikit beristirahat dan aku akan menggantikan shalat beliau.”

 

Isa a.s tidak berbuka dan kembali ke mihrab ibadahnya hingga mendekati terbitnya fajar. Mulailah beliau dirasuki rasa cemas karena ibundanya tak pernah tidur selama ini. Lalu beliau mendekat memeriksanya; ternyata ibunda tercintanya itu telah meninggalkan dunia fana ini. Beliau menempelkan wajahnya diatas wajah ibundanya dalam keadan sangat  sedih. Beberapa malaikat yang menyaksikan kejadian itu juga ikut menangis. Bangsa jin pun turut merintih bersama beliau; gunung dan padang pasir berguncang.

 

Allah bertanya pada para malaikat, “ Untuk apa kalian manangis ?”

Mereka menjawab, “ Wahai Tuhanku…tangisan dan rintihan Ruhullah yang mebuat kami semua menangis dan merintih.” Dia merintih sendiriran sambil meratap, ” Siapakah yang bersamaku dalam kesendirianku dan siapakah yang selalu bersamaku dalam keterasinganku pada Tuhanku ?”

Kemudian turunlah perintah Allah kepada gunung, “ Berbela sungkawalah kepadanya dan berilah dia nasehat…!”

Gunung memanggil Nabiyallah Isa a.s, Wahai Ruhullah untuk apakah tangisan dan rintihan ini ? adakah sahabat yang selalu menemani selain Allah…?”

 

Ibunda Nabiyallah Isa a.s adalah Maryam a.s adalah wanita yang doanya mustajab. Dan dikarenakan bersih dari dosa(maksumah), beliau sendiri yang memandikan Isa a.s(sebab orang yang maksum hanya boleh dimandikan oleh orang yang maksum pula). Beliau memiliki banyak kelebihan dibanding kaum wanita lainnya dan dengan semua criteria itu, beliau memiliki keagungan tersendiri.

 

Diriwayatkan bahwa saat malaikat maut(Izrail) datang menghampirinya utk mencabut nyawanya, Maryam meminta sedikit waktu utk bersujud. Begitu mendapat izin, beliau langsung bersujud dan saat itu pula beliau pasrah dengan perintah Allah dan meninggalkan dunia yang fana ini.

 

Dalam riwayat lain disebutkan bahwa setelah Maryam a.s wafat, Nabiyallah Isa a.s memanggil ibundanya, “ Wahai ibuku…! Maukah engkau kembali lagi ke dunia ?”

Sang ibu menjawab, “ Aku mau, wahai anakku ! aku sangat ingin kembali ke dunia untuk menunaikan shalat dimalam hari yang dingin dan berpuasa disiang hari yang sangat panas.” Lalu beliau melanjutkan, “ Wahai putraku..! Jalan(barzakh dan kiamat ini) sangatlah menakutkan.”

 

 

 

Alfatihah teruntuk Nabi Besar Muhammad Saww, keluarganya, Para Aimmah, Para ambiya, Para Auliya, mukminin dan mukminat, dan wabil khusus Sayyidatina Maryam a.s dan Nabiyallah Isa a.s, ALFATIHAH….

 

 

Buku : ” Wanita-wanita Pilihan”

Belum Ada Tanggapan to “Bunda Maryam dan Nabi Isa a.s”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: