Fatimah12's Weblog
Just another WordPress.com weblog

” Benci dan Cinta “

 

Beberapa bulan lalu ketika Idul Adha dimana umat Muslim tengah berkurban. saya melihat acara pemotongan hewan kurban tersebut, sikambing memberontak beberapa orang memegangi kambing tersebut, dengan amat keras karena takut terlepas. ketika sdh siap untuk disembelih mengayunlah belati tajam dilehernya, sehingga membuat darah muncrat keluar. Aku sempat membuang muka karena tak kuat melihatnya. Tapi setelah itu kucuri-curi pandang utk melihatnya lagi, sang penyembelih membiarkan kambing dengan leher yang hampir terputus ditanah diatas lobang agar ketika  darah mengalir keluar bisa masuk kedlm lobang tersebut.

 

Tidak kuat hati ini melihatnya, buru-buru saya kabur kedalam rumah. Terlintas dalam hati, Ya Allah..Ya Robb…begitulah yang pernah terjadi pada cucu Nabi Besar kita Muhammad Saww…bahkan lebih sadis dari itu. Sebelum disembelih ia telah disayati pula hatinya. beliau harus melihat bagaimana anak-anaknya serta saudara dan para pencintanya mati terbunuh dengan sangat mengenaskan. Badannya penuh dengan anak panah, tubuhnya diduduki sebelum disembelih, tak bisa disembelih dari arah depan(krn Nabi pernah menciumnya), disembelih dari arah belakang. Jari jemari diiris krn akan mengambil cincin yg melekat pada jari2nya.

 

10 Muharam adalah puncak bertemunya kebatilan dan kebenaran. Disana dua jalan amat jelas terlihat. Benci dan Cinta, Benar dan salah. Hanya orang-orang yg berakal yang dapat memahaminya. Begitu banyak pelajaran yang diberikan Imam kepada Ummat ini. 10 Muharram adalah terbunuhnya cucu Nabi yang meninggalkan  anak-anak Yatim(BUKAN LEBARAN ANAK YATIM), yang ayahnya pula(Imam Ali bin Abi Thalib a.s) telah dibunuh dengan pedang beracun. Yang kakaknya pula telah diracun hingga meninggal. Dan itu semua dilakukan oleh orang-orang yang mengaku umat Nabi Muhammad Saww.

 

Sebenarnya apa makna dari ‘Labbaik Ya Husein..!’ Labbaik adalah sambutan dari panggilan yang diseru kepada  Sang penyeru. Imam telah memanggil kita dengan segala pengorbannnya untuk umat ini. Beliau telah menunjukkan kesetiaan kepada kebenaran yang dibawa sang Kakek (Rosulullah Saww). Imam menyuruh kita untuk berfikir, untuk setia, untuk konsekwen kepada jalan kebenaran.

 

Apa yg terjadi diMedan Karbala, adalah pembantaian yg terjadi pada Keluarga Muhammad. Yazid Laknatullah tak memperdulikan perkataan Nabi bahwa “Husayn adalah (bagian) dariku dan aku (bagian) dari Husayn.” Tragedi Karbala adalah puncak ‘Kebencian’ pada keluarga Muhammad.

 

Tragedi Karbala adalah syimbol dari para pencinta Dunia, Yazid  sangat menginginkan kepemimpinan, Yazid sangat menginginkan harta berlimpah, dan terutama sekali Yazid sangat membenci keluarga Muhammad.  dan itu telah dibuktikannya diMedan Karbala.

 

Masihkah ada sifat-sifat tersebut pada diri kita..?

 

Jadikan Asyura sebagai moment pembersihan Hati dari segala kekotoran. Karbala adalah ujian cinta dan keimanan, LABBAIK YA HUSEIN..!

” Allah tidak melihat jasadmu tapi Allah melihat ruh/hatimu.”(hadist) Insya Allah…sekecil apapun bantuan kita pada keluarga Muhammad Insya Allah…akan mendapat ganjaran dari Allah SWT. Itulah yang telah dibuktikan oleh sahabat-sahabat Husein yang telah gugur diKarbala. Lakukan apa saja yang bisa kita lakukan, bila kita tidak memiliki kemampuan apapun juga, kita bisa dengan lisan(yang berdoa) untuk kebaikan., amiin…Insya Allah..

 

Sangat baik untuk kita renungkan makna Asyura ini, Semoga kita diberikan oleh Allah segalanya yang terbaik, dan semoga kita dapat memiliki hati yang bersih karena hati ini yang akan memimpin lisan dan perbuatan kita dalam kehidupan ini, dan semoga  Allah memberikan pada kita kemampuan untuk berkata dan bertindak secara benar yang diridhoi oleh Allah, Rosul-NYA..dan Para Aimmah…

 

Hisyam murid setia Imam Ja’far  Shadiq a.s selalu meminta ijin Imam setiap akan pergi. Suatu saat Hisyam meminta ijin pada Imam pergi untuk suatu keperluan. Padahal Hisyam akan menghadiri Majlis Dzikir Al-Husein a.s.

Imam Ja’far bertanya : “ Kemarin kemana engkau pergi ya..Hisyam…?”

Hisyam menjawab, “ Kemajlis Dzikir kakek engkau wahai Imam.”

Imam bertanya lagi, “ Apa yang terjadi pada dirimu ketika usai Majlis ?”

Hisyam menjawab : “ Aku tersandung Jubah seseorang yang sedang duduk dipintu luar Masjid.”

Lalu Imam berkata : “ Sungguh…engkau tersandung Jubahku Wahai Hisyam…”.

Terkejutlah Hisyam dan berkata : “ Mengapa anda tidak masuk dan memimpin Majlis dzikir kakek engkau ya..Imam..?”

Imam menjawab : “ Wahai Hisyam..sesungguhnya didalam majlis Dzikir itu aku menyaksikan kakekku Rosulullah Saww, Fatimah, sedang meratapi Al-Husain…, ketahuilah tiada satupun  majlis dzikir Al-Husain melainkan kami akan menghadirinya meskipun kami hidup ataupun telah meninggalkan kalian “ (ALANNABI WAALIHI SHOLAWATT..)

 

Selamat bersedih Wahai para pecinta…, Selamat membanjiri bumi ini dengan air mata cintamu…, menangislah selagi air mata ini bisa mengalir…Semoga setelah Asyura ini kita menjadi manusia yang ‘baru’,  yang siap menghadapi segala rintangan dan cobaan, amiiin…

 

Saya ucapkan bela sungkawa kepada Rosulullah Saww, keluarganya, kepada seluruh para Zurriyahnya, para pecintanya, dan kepada seluruh umat Islam yang turut mencintainya, semoga Asyura ini membimbing kita ke arah yg lebih baik lagi, amiiin.

 

Mohon maaf bila ada kata-kata yang kurang berkenan dihati…afwan….

Belum Ada Tanggapan to “” Benci dan Cinta “”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: