Fatimah12's Weblog
Just another WordPress.com weblog

” Bagaimana bisa satu hati mempunyai dua cinta? “

 

Apa yang dicintai oleh Allah pasti dicintai oleh Nabi Muhammad Saww, dan apa yang dicintai oleh Nabi Saww pasti dicintai oleh Allah. Siapakah yang dicintai oleh Nabi Saww ? sudah banyak riwayat yang menyebutkan bahwa Nabi Muhammad Saww sangat mencintai ‘Keluarganya’.   Syi’ar keluarga Nabi bukan hanya milik orang Syi’ah, tapi itu sudah seharusnyalah dilakukan oleh umatnya yang mengaku mencintai Nabi Muhammad Saww.  Dalam satu riwayat  Imam Ali Zainal Abidin berkata “ Cintailah kami (Ahlul Bait) karena mencintai kami berarti mencintai Islam, semoga cinta kalian kepada kami tidak pernah padam, sekalipun cinta kepada kami dianggap publiK sebagai AIB.”

 

Kita ingin mendapatkan berkah dari orang-orang  sholeh, Orang-orang pilihan yang selama hidupnya hanya diberikan dijalan Allah…  Tak kenal maka tak sayang (itu sudah pasti adanya..).  Kita bisa lebih banyak mengetahui sejarah beliau2 dengan membacanya dari berbagai buku baik dari Sunni maupun Syi’ah,  tapi mungkin berbagai riwayat yang terdapat pada selain Mazhab Syi’ah tidak akan banyak kita dapatkan,  karena sudah bukan rahasia lagi, sejarah telah mencatat  Ahlul Bait sangat dibenci, bertahun2 lamanya dimimbar2  Imam Ali bin Abi Thalib a.s dicaci maki, siapa yg memujinya pasti dipotong lidahnya, dan masih banyak riwayat lainnya yang SANGAT kejam dan tidak adil pada keluarga Nabi. Jadi tidaklah mengherankan  siapa yang akan lebih banyak mendapatkan perhatian dan sedikit mendapatkan riwayat2 dari para Ahlul Bait Nabi.

Sejarah membawa banyak kisah untuk kita, ada yang benar dan ada yang tidak benar. Seringkali sejarah diwarnai kepentingan Penguasa, namun kebenaran tidak akan bisa selamanya ditutupi penguasa seperti  kata orang bahwa : “ Anda bisa membohongi  sekelompok manusia sepanjang masa, anda juga bisa membohongi seluruh manusia dalam satu masa. Tapi anda tidak bisa membohongi seluruh manusia sepanjang masa “

 

Semoga Tulisan Ini ada manfaatnya untuk kita semua, Insya Allah kecintaan kita akan sampai kelangit dan membawa berkah dalam kehidupan kita, amiiin. Dibawah ini sy hadirkan satu sosok wanita dari kalangan Ahlul Bait Nabi, yang dicintai oleh Nabi Besar kita Muhammad Saww, semoga  perkenalan kita akan mendatangkan berkah untuk kita, keluarga dan anak keturunan kita kelak, agar dijauhkan sejauh-jauhnya dan dipelihara dari bahaya kebodohan, penyakit hati  dan sekutu-sekutunya, Amiiin.

 

Sayyidah Zainab as lahir tanggal 5 Jumadil Awwal tahun ke-6 Hijriah di kota Madinah. Beliau adalah anak ketiga dari pasangan Imam Ali as dan Sayyidah Fathimah as. Ketika Zainab as lahir ke dunia, Nabi Muhammad saw sedang berada di perjalanan. Oleh karenanya, Sayyidah Fathimah meminta kepada suaminya Imam Ali as untuk memberi nama putri yang baru lahir itu. Namun Imam Ali as memutuskan untuk menanti Nabi Muhammad saw kembali dari perjalanan dan memberinya nama.

 

Ketika Rasulullah saw tiba di Madinah, beliau begitu gembira saat dikabarkan kelahiran cucunya ini dan berkata, “Allah swt memerintah agar nama anak perempuan ini diberi nama Zainab yang artinya hiasan ayahnya.” Rasulullah saw kemudian menggendong Zainab dan menciumnya lalu berkata, “Saya mewasiatkan kepada kalian semua agar menghormati anak perempuan ini, karena ia mirip Sayyidah Khadijah as.” Sejarah menjadi bukti bahwa Sayyidah Zainab as sama seperti Sayyidah Khadijah yang menanggung banyak kesulitan demi memperjuangkan Islam. Dengan kesabaran dan pengorbanannya ia mempersiapkan sarana demi pertumbuhan dan kesempurnaan agama ilahi ini.

 

Sayyidah Zainab mewarisi ayah dan ibunya dalam hal kekhusukan beribadah. Beliau seringkali bertahajud dimalam hari hingga subuh dan selalu membaca Al-Quran. Dalam satu riwayat  Imam Ali a.s memangku putrinya Zainab, dan berkata :

 

“ Wahai putriku….aku akan ceritakan padamu apa yang akan menimpamu suatu hari nanti..”

Sy.Zainab berkata : “ Aku sudah mengetahuinya ayah…”

Imam bertanya : “ Darimanakah engkau tau… ?”

Sy Zainab As berkata : ” Wahai ayahku… ibuku Fatimah a.s. telah mengisahkannya secara detail semua yang akan aku hadapi kelak.”

Imam Ali As kemudian berkata : ” Ibumu sangat mulia semua urusanku dibantunya dan dipermudah, salam dan salam untuknya nak.” (kala itu Sy.Zainab baru berusia 4 tahun  dan ibunya telah tiada)

 

Inilah wasiat sang ibu(Sayyidatina Fatimah a.s) kepada putrinya : ” Wahai Zainab putriku sayang…. Ibumu tak mampu lagi menahan beban berat rinduku kepada kakekmu.. Aku memohon kepadamu agar engkau dapat merelakan kepergianku, ku harap menggantikan posisiku di dalam rumah ini nak… Agar ayahmu, kakakmu, adikmu tidak terlalu merasakan ketiadaanku…. Kelak engkau akan menghadapi ujian berat dari Allah SWT guna meninggikan derajatmu, terimalah dengan penuh ketabahan, agar kenikmatan-kenikmatannya tidak berkurang.. Kelak, ayahmu akan ditebas kepalanya hingga berdarah, maka gantikan posisiku guna mengusap darah di wajahnya itu ya nak…..Kelak, kakakmu Hasan akan diracuni dan tadahilah darahnya lalu tanamlah. Kelak, kakakmu Husain akan disembelih, dilucuti anggota tubuhnya dengan cara yang sangat kejam, satukan kembali anggota tubuhnya, shalati dan makamkanlah. Dan sebelum semua itu terjadi, ciumlah dada dan belakang leher Husainku, katakan ciuman itu dari ibu nak…. Terimalah, tabahkanlah hatimu dan semua ujian itu untuk menyampaikanmu ke tempat kami di surga. Maafkan aku tak dapat membantumu nak….”

 

Pada usia 6 tahun Sy.Zainab selalu melayani abahnya dan kedua kakaknya, memasak, mencuci pakaian mereka. Apabila malam tiba Sy.Zainab menghadapkan wajahnya kearah pusara ibunya smbil berkata :

 

“ Ya..Ummah….semua tugas sudah aku lakukan untuk ayah, Hasan dan Husein, akan tetapi keceriaan para penghuninya telah tiada lagi…. “ (Alaiki Minnissalam Ya… Sayyidah Zaenab)

 

Sy.Zainab a.s berumur 4 tahun ketika menyaksikan ibunya wafat dalam keadaan bersedih hati akibat perlakuan zolim  umat Islam setelah Rosulullah Saww wafat.  Sy.Zainab juga melihat ketika kepala ayahandanya pecah berlumuran darah. Sy.Zainab juga menyaksikan kakaknya Al-Hasan a.s muntah darah  akibat hancur jantungnya karena diracun, kemudian syahid. Terakhir Sy.Zainab a.s  menjadi saksi hidup pembantaian  kakaknya Al-Husein a.s  dan keluarga Ahlul Bait dikarbala. Itulah Sayyidah Zainab, Pahlawan Bani Hasyim.

 

Diriwayatkan dari Siti Aisyah, Rosulullah Saww bersabda : “ Jibril memberitahukan kepadaku  bahwa putraku ini(Imam Husein a.s) akan dibunuh dan memperlihatkan kepadaku tanah ditempat terbunuhnya Al-Husein, maka kemurkaan Allah yang sangat bagi orang yang menumpahkan darahnya. Wahai Aisyah… Demi Allah… ! itu peristiwa yang  benar-benar menyakitkanku  karena pembunuhnya adalah  dari umatku sendiri “ (Dalam Kitab Kanzul Ummal, jilid 11 hal 58)

 

Sebagian ahli sejarah menuliskan bahwa  sepanjang hidupnya ,  Sayyidah Zainab tak pernah meninggalkan shalat malamnya.  Bahkan dimalam kesebelas Muharram sekalipun(yaitu malam setelah pembantaian Imam Husein diKarbala)  dengan semua  keletihan dan musibah yang menyayat hati yang beliau saksikan dengan mata kepala sendiri. Imam Sajjad a.s meriwayatkan, “ Pada malam itu,, aku melihat bibiku shalat sambil duduk disajadahnya dan sibuk beribadah kepada Allah.”

 

Begitu cintanya Sayyidah Zainab pada saudaranya (Imam Husein a.s), sampai2 dalam satu hari beliau beberapa kali menemui dan mengunjungi kakaknya tsb. Kecintaan itu sampai pada batas dimana beliau selalu ikut  shalat awal waktu bersama Imam Husein a.s dan setiap kali memperhatikan ka’bah yang menjadi tempat tujuan itu (Imam Husein) beliau selalu berziarah, setelah itu beliau bangun untuk shalat.

 

Muhammad Ghalib al-syafi’I mengatakan bahwa Sayyidah Zainab termasuk wanita terbesar Ahlul Bait dari segi garis keturunan dan termasuk wanita yang memiliki jiwa besar, bertakwa, serta segenap raganya mencerminkan kedudukan risalah dan Imamah.

 

Ahlul Bait mendidik dan membesarkannya dengan metodologi terbaik, yaitu budi pekerti luhur. Beliau telah mereguk air yang berasal dari sumber gaib sehingga masuk dalam jajaran ayat-ayat Allah yang fasih. Beliau terkenal dikalangan Bani Hasyim dan arab dalam hal kesabaran dan berpandangan jauh kedepan dalam masalah-masalah politik. Dalam diri beliau terkumpul keindahan, kesucian, karakter, paras rupawan, akhlak dan keutamaan; setiap malam selalu beribadah dan siang selalu berpuasa. Ya, beliau terkenal dengan ketakwaannya.

 

Sayyidah Zainab yg mendapat pendidikan dari langit ini merupakan salah seorang Pembina manusia terbesar dan termasuk seorang ibu terpenting bagi masyarakat manusia- beliau tumbuh dalam pangkuan kenabian  serta buaian Imamah dan wilayah ditempat turunnya wahyu.

 

Dalam hal keutamaan menusiawi, beliau tiada tanding, begitu pula dalam hal kesabaran, Zuhud, ketakwaan, kefasihan, keutamaan, ibadah, keterputusan mutlak dari makhluk(hanya bergantung pada Sang Mahakuasa), kemuliaan jiwa, serta karakter kuat.

 

Ketika Amiril Mukminin berada di Kuffah Sayyidah Zainab mengajar tafsir Al-Quran dirumahnya kepada kaum wanita. Suatu hari beliau menafsirkan Kaf ha ya ‘ain shad. Saat itu Imam Ali a.s masuk kerumah dan berkata, “ Wahai putriku tercinta…ini adalah symbol bagi musibah yang akan menimpa kalian, Ahlul Bait Nabi Saww.” Kemudian Imam Ali menceritakan sekelumit musibah karbala dan Zainab pun menangis.

 

Imam Ali Zainal Abidin berkata, “ Pada waktu Zuhur dihari Asyura, ayahku kembali kekemah untuk mengucapkan perpisahan. Saat itu beliau berkata pada Sayyidah Zainab, “ Wahai adikku..janganlah engkau lupakan aku dalam shalat malammu.”

 

Almarhum Birjandi dalam kitab Kibrit Ahmar berkata, “ Dalam sebagian maqatil yang muktabar, disebutkan  bahwa Imam Ali Zainal Abidhin(Al-Sajjad) berkata : ‘setelah  semua musibah pada Zuhur dihari Asyura yang menimpa diri bibiku (Sayyidah Zainab) beliau sama sekali tak pernah meninggalkan shalat sunnahnya dalam perjalanan tawanan dari Karbala hingga Syam.”

 

Imam al-Sajjad berkata : “ Disanalah satu tempat persinggahan dalam perjalanan tawanan menuju Syam, aku melihat bibiku sedang sibuk bersembahyang sunnah. Aku bertanya pada beliau tentang sebab kelemahan yang beliau alami itu. Beliau berkata , ‘ Sudah tiga hari ini jatah makanku kuberikan pada anak-anak kecil dan malam ini karena sangat lapar, aku tak sanggup menahan kakiku untuk berdiri. Karena orang-orang  berkarakter busuk itu selalu menyulitkan Ahlul Bait.” Disebutkan diriwayat pesuruh Yazid, setiap malam dan siang  hanya memberikan satu lembar roti kepada para tawanan.

 

Dalam riwayat lain, Saat masih kecil beliau selalu duduk dipangkuan ayahandanya, Imam Ali yang kemudian mengajarinya berbicara dengan penuh kasih sayang. Suatu hari Imam Ali a.s berkata, “ Hai putriku tercinta, katakanlah ‘satu’ “ Sayyidatina Zainab menirukan apa yang diajarkan ayahnya.

 

Kemudian Imam Ali berkata, “ Katakanlah ‘dua’ “

Sayyidatina Zainab terdiam, Imam Ali berkata, “Katakanlah wahai putriku…!”

Sayyidatina Zainab berkata, “ Ayah..! Lidah yang telah berputar untuk mengatakan satu bagaimana mungkin bisa mengatakan dua.” Imam Ali a.s segera memeluk dan menciumnya.

 

suatu hari Amiril mukminin Ali bin abi thalib as bertanya kepada anaknya, sayyidatina Zainab “wahai anakku, apakah engkau mencintai Allah azza wa jalla?” sayyidatina Zainab yg pada waktu itu masih kecil menjawab ” tentu saja, ayahku”.

 

Imam Ali lantas bertanya “apakah engkau juga mencintai ayahmu ini?” sayyidatina Zainab menjawab, ” tentu saja, ayahku “

 

Imam Ali kemudian berkata “Bagaimana bisa satu hati mempunyai dua cinta?

 

sayyidah Zainab berkata ” Karena mencintai Allah, maka aku mencintai ayah”

 

 

Subhanallah…..Begitu nampak ketauhidan yang sangat tinggi yang telah diwariskan dan mengalir dalam darah beliau. Ya Allah…semoga kita semua mendapatkan barokah atas simpati dan cinta kita kepada manusia2 pilihan nan mulia, yang Insya Allah akan menerangi jalan bagi kehidupan kita baik didunia maupun diakhirat kelak, amiiin.  Mohon maaf bila ada kata-kata yang kurang berkenan dihati, afwan….

Alfatihah teruntuk Rosulullah Saww, Para Ahlul Bait, Para Aimmah Alaihissalam, Para Auliya, Guru-guru kita, Mukminin Mukminat, muslimin muslimat, ALFATIHAH….

 

 

 

Belum Ada Tanggapan to “” Bagaimana bisa satu hati mempunyai dua cinta? “”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: