Fatimah12's Weblog
Just another WordPress.com weblog

” Wasiat seorang Ayah kepada Anaknya..”

 

Setelah memanjatkan puji syukur ke hadirat Allah swt dan shalawat kepada Rasul-Nya, keluarganya yang suci serta sahabatnya yang baik, ketahuilah wahai anakku, bahwa kesehatanku kian hari kian berkurang. sedang waktu terus berlalu, kematian kian mendekat, membuat aku sadar untuk membekali kalian dengan pengalaman mengenai pasang surut kehidupan, mengenai kenyataan hidup dan kehidupan.

Oleh karena itu, aku memutuskan untuk meluangkan waktu lebih banyak dalam mempersiapkan kamu demi hari depanmu. Ini bukan harapan pribadi, nasehatku adalah tulus untuk membuatmu melihat dunia ini sebagaimana kenyataan hidup yang telah kualami. Hal inilah yang membuatku menuliskan nasehat ini untukmu.

Anakku sayang, engkau bagian dari tubuh dan jiwaku. Pada saat kau sedang terlelap tidur, aku acap kali memandangmu, dan aku merasa seakan aku memandang pada diriku sendiri. Jika suatu bencana menimpamu, aku merasa itu terjadi pada diriku, kesedihanmu adalah kesedihanku. Deritamu itu membuatku merasakan sebagai deritaku.

Bagaimanapun sayangku padamu, pasti suatu saat kita akan berpisah dengan adanya jemputan malaikat maut.

Sungguh anakku, berat nian kelak perpisahan ini. namun, yakinlah bila engkau turuti nasehatku ini, akan berkumpul kita nak, di tempat terakhir kita, dan tidak akan berpisah lagi, kita berkumpul sekeluarga di surga dengan kemesraan yang sangat menyenangkan. kita akan tersenyum polos seperti senyummu dahulu di kala bayi. senyum polos yang menyelinap dalam hati kami.

Anakku sayang, berusahalah untuk memahami nasehatku ini, renungkanlah dalam-dalam, jangan mengabaikannya. Aku menyadari bahwa aku telah semakin tua dan merasa semakin lemah. Sebelum kematian menjemputku sebagaimana kekuatan tubuhku melemah, ingin kusampaikan kepadamu nasehatku ini. Aku tak ingin meninggalkan dirimu dalam keadaan tak terkendali dan tanpa pegangan.

Jiwa seorang anak bagaikan tanah kosong yang menerima dan menumbuhkan apa saja yang ditanam. Oleh karena itu, aku gunakan kesempatan ini untuk mendidik dan melatihmu, anakku, sebelum pikiranmu kehilangan kesegaran, sebelum hatimu keras dan beku, sebelum engkau dihadapkan pada aneka permasalahan hidup dan agar engkau tidak dituntut di pengadilan manapun. agar tidak ke penjara, tidak pula ke neraka.

Nasehatku yang PERTAMA dan terutama untukmu, anakku, BERTAKWALAH kepada Allah swt. jadilah hamba allah yang TAAT. Jaga pikiranmu kepada-Nya selalu (ZIKIR).

Anakku sayang, HIDUPKANLAH HATI dan PIKIRAN-mu dengan menerima ajaran islam.

Jadikanlah KESALEHAN sebagai PEMANDU keinginanmu. BINALAH BUDI PEKERTI-mu dengan keyakinan yang tulus pada agama Allah.

Taklukkan keinginan pribadimu dengan MENGINGAT KEMATIAN. Insyafilah, bahaya nafsu menimpa orang-orang yang lupa akan adanya kematian, sebagian mereka kini menderita.

Anakku sayang, SADARILAH akan kefanaan hidup dan segala kesenangan dunia. JANGAN LALAI mempersiapkan tempat tinggalmu yang akan datang di akhirat.

Jangan korbankan yang kekal dengan kesenangan dunia yang semu. Segala apa di dunia ini akan berlalu. dekatilah Tuhan-mu. Renungkanlah anakku nasehatku ini.

Jika engkau ingin hidup tenang, janganlah menginginkan yang tidak ada. nikmatilah apa yang ada di tanganmu; nikmati pemandangan indah, makanan, buah-buahan dan segala yang indah dan halal, jangan mencampakkan rizqi yang ada karena mendambakan yang belum ada. Tetapi jauhilah apapun yang haram. Dengan begitu anakku, engkau akan terbebas dari penjajah nafsu yang yuwaswisu di kalbu. Engkau bebas dari jeratan syetan, sehingga pikiran menjadi lega dan tenang.

Perasaan tenang akan dapat membentuk keinginan untuk membina kehidupan yang thoyyibah di dunia dan selamat di akherat selamanya.

Anakku sayang, uruslah dan siapkan diri untuk menghadapi sakratul maut saat tercabut serabut nyawa dari badan. Lalu saat diurug tanah di lahat, kemudian ditinggalkan sendirian di alam kubur yang sulit kita bayangkan. Setelah itu, berada di alam barzakh, padang mahsyar, timbangan amal, peradilan dari Yang Maha Kuasa. Jika kita (insyaallah) selamat, maka kita bersama akan berkumpul mesra dan tak kan berpisah lagi, di sana kelak, di surga Allah swt.

Wahai anakku sayang! janganlah membicarakan atau memberi pendapat apa yang tidak engkau ketahui. Berhentilah jika merasa akan bersalah, lebih baik berhenti sejenak di saat kebingungan daripada maju merambah bahaya yang tak tentu dengan resiko-resiko yang tak terduga.

Anakku sayang, berjuanglah demi mempertahankan keadilan dan kebenaran. Jangan takut dan jangan khawatir jika orang-orang akan mengejekmu, mengecam tindakanmu dan memfitnahmu. Janganlah gentar dan ragu membela kebenaran. Hadapilah dengan sabar segala penderitaan dan kesengsaraan yang menimpa dirimu.

Binalah kesabaran dalam menghadapi kesulitan. Kesabaran merupakan salah satu akhlak mulia. Bersandarlah hanya kepada Allah swt, mohonlah senantiasa perlindungan-Nya. Karena dengan demikian, engkau telah menempatkan dirimu kepada sebaik-baik pelindung Yang Maha Kuat.

Peliharalah ibadahmu, permohonanmu, harapanmu, kecemasanmu dan hasratmu hanya kepada Allah swt. Mintalah petunjuk dan karunia-Nya sesering mungkin, dan perbanyaklah shalat malam.

Anakku sayang, berupayalah dan bersungguh-sungguhlah dalam menuntut ilmu, kuasailah segala bidang ilmu. Milikilah pengetahuan yang menyeluruh mengenai hukum-hukum islam. Sebaik-baik pengetahuan adalah yang berguna dan bermanfaat bagi diri dan orang lain. Jadilah engkau manusia yang senantiasa berbuat kebaikan kepada setiap orang, jadikan dunia ini ladang untuk menanam kebaikan.

Aku ingin engkau menjadi manusia yang berakhlak mulia, berjiwa besar, jujur serta bening pikiran maupun perasanmu, sehingga tiada kebencian sedikit pun dalam hatimu terhadap sesama makhluk Allah, terlebih terhadap sesama muslim.

Ketahuilah anakku sayang, bahwa sebaik-baik wasiat adalah taqwa kepada Allah swt, bersungguh-sungguh menjalankan tugas yang diwajibkan-Nya secara jujur.

Jangan biarkan dirimu diombang-ambingkan partai atau golongan, tapi ikuti, pelajari dan pegang erat-erat kitab suci Al-Qur’an dan sunnah Nabi. Kemudian dekatkan dirimu kepada tuhanmu dan kepada orang-orang sholeh yang dekat dengan Allah. Sebab, sepandai apapun orang beragama, tidak mungkin selamat tanpa tuntunan Allah swt dan bimbingan orang sholeh.

Ingatlah, dalam berusaha engkau pastikan memohon petunjuk dan tuntunan dari Allah swt. bersihkanlah hatimu dan pusatkan pikiranmu (berdzikir) saat hendak menyelesaikan masalah. karena jika perasaan dan pikiranmu belum jernih dan terbebas dari nafsu, maka engkau akan membuta tuli dalam menyelesaikan masalah yang akan menyebabkan sengsara. dalam keadaan seperti itu, yang terbaik adalah berhenti sejenak.

Anakku sayang, perhatikan dan ingatlah baik-baik nasehatku ini. Ketahuilah, bahwa Allah swt adalah penguasa hidup dan penguasa maut, Dialah Pencipta sekaligus Pemusnah, Dia yang menghidupkan, memusnahkan dan akan menghidupkan kembali, Dia yang mengirim bencana dan hanya Dia pula yang dapat menyelamatkan. Dia pemilik jagad semua. Dia ada tanpa diadakan. Dia yang mengadakan dan melahirkan segala yang ada. Dia tidak pernah tidak ada. tidak sama dengan apapun. tidak serupa siapapun. Dia pemilik segala yang ada. Sembahlah Dia! Dia Allah, tiada tuhan selain Allah.

Ingatlah, bahwa alam semesta ini berjalan di bawah hukum-hukum Allah swt. Allah ciptakan di dalamnya sebab dan akibat, sakit dan sehat, penderitaan dan kenikmatan dan sebagainya.

Anakku sayang! sadarlah akan minimnya pengetahuan kita, ada banyak hal di dunia ini yang berada di luar jangkauan ilmu manusia. Oleh karena itu, bersandarlah kepada tuhan yang telah menciptakanmu, yang menjamin rizqimu sejak di dalam perut ibu hingga kini, yang menyempurnakan rupa dan bentukmu. hendaknya engkau bersujud, menyembah, berharap dan bermohon hanya kepada-nya saja. La ilaaha illa allah. tidak ada tuhan lain selain allah.

Anakku sayang, engkau adalah anak yang shaleh dan bertaqwa, aku yakin engkau akan mendapatkan bimbingan dan pertolongan ilaahi (taufik dan hidayah-Nya) dalam mencapai tujuanmu. Aku sangat berharap agar engkau berjanji pada dirimu sendiri untuk bersungguh-sungguh mengikuti nasehatku ini karena aku tak rela berpisah denganmu wahai belahan jiwaku. Jika engkau mendapat ampunan Allah kelak di akhirat, mintalah syafa’at agar kami mendapat ampunan.

Katakan kepada Allah bahwa engkau ingin berkumpul bersama orang tua yang sangat menyayangimu. aku berjanji, jika aku terlebih dahulu mendapat ampunan Allah, aku akan sujud dan menyampaikan kepada Allah bahwa aku tak tahan di surga tanpa anakku yang amat aku kasihi.

Anakku sayang, bertaqwalah dan jaga diri baik-baik agar kita dapat berkumpul bersama dalam kehidupan yang indah tanpa marah, hidup dengan senyum ramah, tanpa penyakit, dalam kedamaian yang mesra sekeluarga. selalu ramah, selalu mesra dan semua serba indah. insya Allah.
mungkin saat kau membaca wasiat ini aku sudah kembali kepada tuhanku, jangan lupa do’amu untukku selalu.

Renungkanlah nasehatku ini wahai anakku! peluk ciumku serta doaku selalu untukmu.

( Ini adalah wasiat Imam Ali bin Abi Thalib a.s kepada anak2nya)

Belum Ada Tanggapan to “” Wasiat seorang Ayah kepada Anaknya..””

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: