Fatimah12's Weblog
Just another WordPress.com weblog

” Wasiat Sayyidatina Fatimah a.s…”

” Wahai Zainab putriku sayang…. Ibumu tak mampu lagi menahan beban berat rinduku kepada kakekmu.. Aku memohon kepadamu agar engkau dapat merelakan kepergianku, ku harap menggantikan posisiku di dalam rumah ini nak… Agar ayahmu, kakakmu, adikmu tidak terlalu merasakan ketiadaanku…. Kelak engkau akan menghadapi ujian berat dari Allah SWT guna meninggikan derajatmu, terimalah dengan penuh ketabahan, agar kenikmatan-kenikmatannya tidak berkurang.. Kelak, ayahmu akan ditebas kepalanya hingga berdarah, maka gantikan posisiku guna mengusap darah di wajahnya itu ya nak…..Kelak, kakakmu Hasan akan diracuni dan tadahilah darahnya lalu tanamlah. Kelak, kakakmu Husain akan disembelih, dilucuti anggota tubuhnya dengan cara yang sangat kejam, satukan kembali anggota tubuhnya, shalati dan makamkanlah. Dan sebelum semua itu terjadi, ciumlah dada dan belakang leher Husainku, katakan ciuman itu dari ibu nak…. Terimalah, tabahkanlah hatimu dan semua ujian itu untuk menyampaikanmu ke tempat kami di surga. Maafkan aku tak dapat membantumu nak….”


Wasiatnya Kepada Suaminya :

” Wahai suamiku Ali…. Ayahku memberitahukan akan kedudukanmu di sisi Allah SWT dan Rasul-Nya. Cinta Allah SWT kepadamu lebih besar, bila di bandingkan cinta ayahku kepadamu. Sungguh betapa mulianya dirimu Dengan kemulianmu itu, ku mohon bantuanmu, izinkanlah aku untuk mengakhiri kehidupan ini Kegersangan hati yang terlepas dan terhempas dari rasa kasih sayang mulai sejak kecil dengan kewafatan ibuku, telah engkau gantikan dan terima kasih sayang… , bertalu-talu menerpa, menghempaskan hingga merapuhkan perahu kerinduanku ini kepada ayahku. Maka aku mohon akan
kerelaanmu…agar aku dapat terlepas dari himpitan penderitaanku yang selama ini aku bertahan dengan penuh kesabaran demi menaati pesan ayahku Cobaan yang di berikan oleh umat ini kepadaku Bila diberikan kepada siang, maka siangpun akan berubah seketika manjadi malam…. Bila diberikan kepada malam, maka malam pun akan berubah seketika menjadi siang…. Maka dari itu, rahasiakanlah kewafatanku agar mereka itu tidak ikut menshalati jenazahku…. Dan rahasiakanlah makamku, agar mereka tidak dapat datang menziarahiku. Wahai Ali…Pernahkah aku “Menolak” atau mengatakan kata “Tidak” kepadamu ? Aku mohon kepadamu…. Bila aku telah tiada, kawinilah misananku Asma’ binti Umais, sebab rasa cintanya kepada putra-putrimu melebihi akan rasa cintanya kepada putranya sendiri.

Imam Ali As menjawab :

” Wahai putri Nabiku…. Demi Allah…. Engkau belum pernah “Menolak” atau mengatakan “Tidak” kepadaku…. Ayahmu juga telah memberitahu aku akan kemuliaanmu di sisi Allah SWT dan Rasul-Nya, sehingga Allah SWT memberikan beberapa nama kepadamu. Demikian juga cobaan yang diberikan umat kepadaku…. Cobaan yang diberikan ummat ini kepadaku, bila diberikan kepada seorang bayi, maka seketika bayi itu beruban rambutnya. Ayahmu juga memberitahukan akan kehidupanku yang akan semakin sulit, aku harus menghadapi perang besar yaitu: Perang Jamal, Perang Shiffin, Perang Nehrawan dan lain-lainnya. Dan itu, mana mungkin aku akan dapat memikirkan sebuah perkawinan…? Mendengar jawaban Imam Ali As, sy Fatimah As tersenyum, lalu memohon izin.

Imam Ali As merahasiakan makamnya yang hingga kini anak cucunya sendiri tiada yang tahu, hal itu merupakan: Pesan yang mengandung banyak rahasia dan banyak arti bagi yang mau mengerti….

Setelah ibunya wafat, sayyidatina Zainab berusaha semampunya menggantikan posisi ibunya, membersihkan rumah, mencuci pakaian, memasak untuk keluarganya. Pada sore harinya beliau shalat di dekat makam ibunya dan melaporkan basil kerjanya dengan syairnya:

” Ya..Ummah…. Aku telah berusaha menggantikan posisimu dirumah ini, akan tetapi keceriaan para penghuninya telah tiada lagi….”

Imam Ali As berbicara tentang kesabaran, pada saat akan membuka masalah yang akan dihadapi putrinya kelak.

Sy Zainab As berkata : ” Wahai ayahku… ibu telah mengisahkannya secara detail semua yang akan aku hadapi kelak.”

Imam Ali As : ” Ibumu sangat mulia semua urusanku dibantunya dan dipermudah, salam dan salam untuknya nak.”

Setelah acara pemakaman selesai, keesokan harinya Imam Ali As memohon kepada saudarinya yang bernama Ummu Hani untuk dipinangkan kepada wanita terberani, terjadilah dialog sbb:

Ummu : ” Yaa Ali.. bukankah kau telah mengatakan bahwa tidak akan kawin lagi..?”

I. Ali : ” Benar saudariku… Maafkan akan perubahanku ini, kini aku selalu menangis tak tega kepada Husain putra Rasulullah SAW yang berani tanpa adanya pembela yang memadai kelak di Karbala yang akan dilucuti seluruh persendiannya. Ku harap dari anak-anakku nanti dapat menunjukkan kepada Husain bahwa Husain memiliki saudara yang tangguh yang mencintainya.”

Ummu Hani menangis akan niat Imam Ali As, lalu mencarikan seorang istri yang berani, dan dari perkawinan itu Imam Ali As memiliki empat orang putra diantaranya; Fadhl Abbas.

Di Karbala, Pasukan Al-Husain As 5 hari tidak makan dan minum Fadhl Abbas menerobos pertahanan lawan, mengambilkan air sungai dan tidak mau minum sebelum Al-Husein a.s meminumnya, namun beliau harus kehilangan kedua tangannya, girbah atau tempat yang berisi air itu tumpah dan wafat beliau dalam kehausan. Ke Empat saudara Al-Husain As perannya dalam pembelaannya terhadap Islam dan saudaranya sangat membanggakan di Karbala.

__________________________________

Banyak makna atau hikmah yg bisa diambil dalam peristiwa2 sejarah Islam. Salah satunya ialah Imam Ali mempunyai pandangan khusus dalam hal perkawinan. Dan ini sangatlah penting untuk diteladani khususnya bagi kaum laki2. Imam Ali a.s mempunyai kriteria khusus dlm memilih seorang pendamping hidup, yang akan mendapinginya dalam perjuangan Islam. Dan itu telah terbukti di medan Karbala. Afwan…

Belum Ada Tanggapan to “” Wasiat Sayyidatina Fatimah a.s…””

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: