Fatimah12's Weblog
Just another WordPress.com weblog

Ustadku yang ikhlas.

 

Seperti biasa setiap kamis sore aku menghadiri pengajian dirumah salah satu ustadku, kali itu membahas tentang hadist. Merupakan suatu kebiasaan ust, bila ia ingin membahas suatu pelajaran adakalanya beliau suka bercerita, seperti kata pakar bahwa cerita itu memudahkan suatu konsep yang sulit dipahami jadi mudah untuk dipahami. Mungkin ini kali ya…mengapa bila beliau sedang memberikan pelajaran cepat dipahami oleh murid2nya. Pakaiannya sederhana banget, pakai sarung dan kemeja putih, sebelum mengajar kulihat ia selalu berwudhu, muridnya dari yang S2 sampai tukang jualan kue diwarung, Ustadku ini mirip ustad2 jaman dulu.

Sampai sekarang saya masih ingat banget ketika beliau bercerita pertemanan seorang laki2(sebut saja rahman) dengan tiga sahabatnya(sebut saja A, B, dan C). Si rahman ini akrab banget dengan si A kemana2 selalu dgn si A, kalau dengan si B akrab tapi tak seakrab dgn si A, kalau dengan si C rahman tak begitu menghiraukannya padahal si C selalu ada bila diperlukan, Cuma karena si rahman ini begitu senang dengan si A makanya ia tak begitu menghiraukan dua sahabatnya itu terutama si C.
Sekali waktu si rahman mendapat suatu masalah yang mengharuskan iya untuk pindah ke suatu tempat yg sangat jauh. Lalu Rahman meminta si A untuk membantu dan menemaninya, tapi diluar dugaan begitu kagetnya rahman ketika si A menolak untuk ikut, padahal ia begitu mengharapkan si A utk ikut bersamanya. Lalu ia datang menemui si B utk membantunya, si B berkata saya mau membantu kamu tapi saya hanya bisa mengantarkanmu saja tidak bisa ikut tinggal bersamamu, rahman bingung bukan kepalang karena sangat membutuhkan orang yang bisa tinggal bersamanya. Kebetulan disitu ada si C yang ikut mendengarkan, di luar dugaan si C langsung berkata saya yang akan bersamamu. Bukan main kagetnya rahman ternyata sahabat yang selalu ia acuhkan ini justru bersedia menolongnya.

Tahukah anda siapa si A ini, ia dimisalkan seperti kehidupan dunia kita yang sehari-hari ini kita gauli, yang membuat kita terkadang terlena karenanya. Sedangkan si B dimisalkan seperti keluarga kita, Ibu, ayah, anak, istri, atau suami, mereka hanya bisa menemani kita sampai ketempat kubur kita, setelah kita dikubur selesai sudah kita ditinggalkan. Sedangkan si C adalah amal ibadah kita, yang selalu kita acuhkan dan sepelekan, justru itulah nantinya yang akan menolong kita kelak dialam lain.

Uh……begitu mengena cerita ust itu, sampai menyerap dihati ini, kelihatan cerita yang sederhana tapi begitu dalam pesan yang ingin disampaikan. Herannya setiap pelajaran dari beliau itu selalu teringat bukan pada saat taklim aja tapi sampai terbawa pulang kerumah. Nasehat yang ia berikan langsung nempel di otak dan nyerep dihati. Bahkan pelajaran dari saya belum menikah sampai sudah menikah, terkadang suka terulang kembali. Nasehatnya suka terngiang2 ditelinga, Mungkin ini apa yang orang sebut guru yang ikhlas.

“Ustad……Semoga engkau panjang umur, dipelihara kehidupannya, selalu dlm nikmat sehat wal afiat dan selalu mendapatkan perlindungan dari-NYA, amiiiin.”

Belum Ada Tanggapan to “Ustadku yang ikhlas.”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: