Fatimah12's Weblog
Just another WordPress.com weblog

“…Lihatlah Imamku…”

 

Hujur bin Adi dan Amru bin Hamaq adalah dua orang sahabat pemberani dan pengikut setia Imam Ali bin Abi Thalib. Dalam perang shiffin, keduanya mencemooh dan melonarkan kata-kata hinaan kepada pasukan Suriah.

Berita ini sampai ketelinga Imam Ali. Kemudian beliau berpesan agar keduanya tidakmencemooh dan mengucapkan kata-kata tidak sopan kepada musuh.

Kedua sahabat itu mendatangi Imam Ali seraya berkata, “Bukankah kita berada di atas kebenaran?”

Imam menjawab, “Benar, kita memang berada diatas kebenaran.”

Kembali keduanya mengatakatan, “Bukankah pasukan Suriah(pengikut Muawiyah) berada dalam kesesatan?”

Imam Ali berkata, “Benar mereka berada dalam kesesatan”

Lagi-lagi mereka berkata, “Kalau begitu mengapa anda melarang kami mencemooh mereka (Pasukan Suriah)?”

Imam Ali berkata, “Saya tak suka kalian mencemooh mereka. Namun bila kalian menggambarkan perbuatan dan keadaan mereka, maka itu merupakan cara berbicara yg lebih baik dan cara berhujjah yg lebih meyakinkan.”

Kemudian Imam Ali menambahkan, “Ketibang memaki mereka, katakanlah, ‘Ya Allah ! selamatkan darah kami dan darah mereka, damaikanlah kami dengan mereka, dan pimpinlah mereka keluar dari kesesatan sehinggasetiap orang yg tdk mengetahui kebenaran akan mengetahuinya, dan orang yg cendrung pada kedurhakaan dan pembangkangan mampu berpaling darinya.”

Pensyarah Nahjul Balaghah mengatakan, kejadian yg seperti ini juga pernah disinggung dalam Al-Quran. Mungkin Imam Ali mengambil pelajaran dari surat al-An’am aya 108 yg berbunyi:
“Dan janganlah engkau memaki sembahan-sembahan ygmereka sembah selain Allah, karena nanti mereka akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa pengetahuan.”

Berdasarkan beberapa riwayat, sebagian sahabat memaki orang-orang musyrik karena merasa tidak senang dgn sembahan2 berhala dan sikap kasar mereka. Melalui ayat tersebut, Al-Quran melarang mereka melontarkan makian semacam itu.

Berdasarkan kisah diatas, Nahjul Balaghah dan Al-Quran memerintahkan kaum muslimin untuk sentiasa menjaga etika dan sopan santun dalam berbicara terhadap para musuh. Sebab caci maki tak akan mampu menyelamatkan mereka dari kesesatan. Sebaliknya malah akan menyebabkan sikap permusuhan mereka menjadi lebih besar.

Sumber : Kisah-kisah Nahjul Balaghah

Belum Ada Tanggapan to ““…Lihatlah Imamku…””

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: