Fatimah12's Weblog
Just another WordPress.com weblog

Kisah seorang nenek yg mencintai Sholawat

Dahulu di sebuah kota di Madura, ada seorang nenek tua penjual bunga cempaka. Ia menjual bunganya di pasar, setelah berjalan kaki cukup jauh. Usai jualan, ia pergi ke masjid Agung di kota itu. Ia berwudhu, masuk masjid, dan melakukan salat Zhuhur. Setelah membaca wirid sekedarnya, ia keluar masjid dan membungkuk-bungkuk di halaman masjid. Ia mengumpulkan dedaunan yang berceceran di halaman masjid. Selembar demi selembar dikaisnya. Tidak satu lembar pun ia lewatkan. Tentu saja agak lama ia membersihkan halaman masjid dengan cara itu. Padahal matahari Madura di siang hari sungguh menyengat. Keringatnya membasahi seluruh tubuhnya.

Banyak pengunjung masjid jatuh iba kepadanya. Pada suatu hari Takmir masjid memutuskan untuk membersihkan dedaunan itu sebelum perempuan tua itu datang.

Pada hari itu, ia datang dan langsung masuk masjid. Usai salat, ketika ia ingin melakukan pekerjaan rutinnya, ia terkejut. Tidak ada satu pun daun terserak di situ. Ia kembali lagi ke masjid dan menangis dengan keras. Ia mempertanyakan mengapa daun-daun itu sudah isapukan sebelum kedatangannya. Orang-orang menjelaskan bahwa mereka kasihan kepadanya. “Jika kalian kasihan kepadaku,” kata nenek itu, “Berikan kesempatan kepadaku untuk membersihkannya.”

Singkat cerita, nenek itu dibiarkan mengumpulkan dedaunan itu seperti biasa. Seorang kiai terhormat diminta untuk menanyakan kepada perempuan itu mengapa ia begitu bersemangat membersihkan dedaunan itu. Perempuan tua itu mau menjelaskan sebabnya dengan dua syarat: pertama, hanya Kiai yang mendengarkan rahasianya; kedua, rahasia itu tidak boleh disebarkan ketika ia masih hidup. Sekarang ia sudah meniggal dunia, dan Anda dapat mendengarkan rahasia itu.

“Saya ini perempuan bodoh, pak Kiai,” tuturnya. “Saya tahu amal-amal saya yang kecil itu mungkin juga tidak benar saya jalankan. Saya tidak mungkin selamat pada hari akhirat tanpa syafaat Kanjeng Nabi Muhammad. Setiap kali saya mengambil selembar daun, saya ucapkan satu salawat kepada Rasulullah. Kelak jika saya mati, saya ingin Kanjeng Nabi menjemput saya. Biarlah semua daun itu bersaksi bahwa saya membacakan salawat kepadanya.”

Kisah ini saya dengar dari Kiai Madura, D. Zawawi Imran, membuat bulu kuduk saya merinding. Perempuan tua dari kampung itu bukan saja mengungkapkan cinta Rasul dalam bentuknya yang tulus. Ia juga menunjukkan kerendahan hati, kehinaan diri, dan keterbatasan amal dihadapan Alloh swt. Lebih dari itu, ia juga memiliki kesadaran spiritual yang luhur: Ia tidak dapat mengandalkan amalnya. Ia sangat bergantung pada rahmat Alloh. Dan siapa lagi yang menjadi rahmat semua alam selain Rasululloh saw?

——————-
Semoga kisah ini menjadikan kita semakin mencintai Nabi Muhammad, Rosululloh saw……Alloh huma sholi ala Muhammad wa ala ali Muhammad.
(Sumber : buku “Rindu Rosul”, karangan Jalaluddin Rakhmat, penerbit Rosda Bandung, hal 31-33. cetakan pertama September 2001)

————————————————————–

Subhanallah… cerita tersebut sungguh sangat berkesan dan memberi hikmah yg dalam. Seorang nenek yang MUNGKIN tidak pernah duduk dibangku sekolah, tidak dapat membaca. Tapi begitu dalam cintanya pada Kanjeng Nabi Muhammad Saww.

Nabi Saww bersabda :
Pada malam Mi’raj ketika aku naik ke langit, aku melihat satu tangan malaikat Allah yg bertangan seribu, pd tiap tangannya terdapat seribu jari dan ia sedang menghitung sesuatu ditangannya, aku bertanya kepada Jibril :

“ siapakah malaikat itu dan apa yg sedang dihitungnya ?”

Lalu Jibril menjawab :

“ Bahwa Malaikat itu telah diperintahkan oleh Allah utk menghitung tiap tetes Hujan, hingga diketahui berapa tetes telah jatuh ke Bumi”.

Aku berpaling ke arah malaikat itu dan kutanyakan padanya :

“ Tahukah engkau jumlah seluruh tetes air hujan yg jatuh dibumi sejak Allah menciptakan dunia hingga sekarang ? “

Ia menjawab :

“ Wahai Nabi Allah, aku bersumpah demi Tuhan yang memilihmu sebagai rahmat bg manusia. Sesungguhnya aku mangetahui jumlahnya bahkan hingga berapa tetes yg jatuh dihutan rimba, ditanah yg subur, dikebun-kebun, juga diperkuburan “

Kemudian kuktakan padanya bahwa aku sangat kagum dgn kecerdasan serta daya ingatnya.

Lalu malaikat itupun menjawab :

“ Wahai Nabi Allah, sesungguhnya kemampuanku menghitung menjadi tidak berarti ketika aku menghitung satu hal..”

Akupun bertanya kepadanya mengenai ” perhitungan apakah itu ? ”

Iapun menjawab :

“ ketika ummatmu berkumpul disatu tempat dan mengirim SHOLAWAT BAGIMU maka sungguh itu diluar kemampuan dan kapasitasku untuk menghitung pahalanya..”

Dan dalam hadist yang lain :

Allah berty pd Rosulullah Saww: ” Ya…Muhammad utk siapa alam semesta ini?”
Nabi mnjwb : “untukku”
Allah berty lg: ” utk siapa kamu ini?”
Nabi mnjwb: ” untuk-MU”
Allah berty lg: ” Untuk siapa AKU ini?”
Nabi diam tdk menjawab, Allah berfirman ” Aku untuk orang yang selalu bersholawat kepadamu dan ahlul Baitmu” (Hadist qudsi)

Dan ketika seorang badui datang menemui Nabi dan menanyakan:

“kapan kiamat itu datang?’”
lalu Nabi bertanya : “bekal apa yg telah engkau persiapkan, sehingga engkau menanyakan itu?”
ia menjawab :”Aku belum berpuasa sunnah, aku belum mengerjakan amalan sholeh lainnya…dstrsnya…, tapi aku (hanya mempunyai) cinta kepadamu”
Nabi tersenyum lalu brkt : ” Engkau bersama orang yg engkau cintai..”

SUBHANALLAH….tentu kita sdh bisa mengambil kesimpulan kira2 balasan apa yg akan didapat oleh si nenek, yg telah mengagungkan Nabi dlm dirinya dan kehidupannya, ia telah memuliakan KEKASIH ALLAH, dan oleh Allah Cerita si nenek ini telah disebarkan dimana-mana, telah sampai di internet, dan ditulis didalam sebuah buku yg ditulis oleh seorang Pakar Komunikasi. Sedangkan sinenek ini mungkin tdk pernah kenal dgn orng2 terkenal. Berapa banyak pasang mata yg telah membaca dan mengambil hikmah dr cerita tersebut, dan tentunya pahala mengalir kekubur beliau. Subhanallah….mungkin si nenek ini adalah salah satu hamba pilihan Allah.., Insya Allah ia akan diangkat derajatnya oleh Allah dan memang itu sdh terlihat dgn hadirnya cerita beliau didunia maya ini, maupun buku yg tersebar diseluruh Indonesia. (wallahu a’lam)

” Allah tidak melihat bentuk fisikmu tapi Allah melihat hatimu ” Hadist Nabi Saww.

Assalamu a’laika Ya….Rosulallah…
Assalamu a’laikum ya…AhlulbatinNabi Shollahu a’lahi waalihi wassallam…

ALFATIHAH MA’A SHOLAWAT…

Belum Ada Tanggapan to “Kisah seorang nenek yg mencintai Sholawat”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: