Fatimah12's Weblog
Just another WordPress.com weblog

” Cucu Nabi Kita shallahu a’laihi waalihi wassalam “

Catatan ini sengaja dibuat utk memperingati Syahidnya cucu Nabi Besar kita Muhammad Saww, yang dibantai dimedan karbala pada tanggal 10 Muharram, sungguh….pada bulan ini Nabi kita dan segenap keluarganya sedang berduka. Cerita Asyura ini dapat anda temukan diberbagai Mazhab, tapi mungkin terkadang ada sedikit atau mungkin banyak berlainan dengan riwayat2 Ahlul Bait, kenapa demikian…? sebabnya sudah jelas…! karena keluarga Nabi selalu dimusuhi, keturunannya dibunuhi, jadi mana mungkin kita bisa tau dengan jelas berbagai riwayat Nabi, sedangkan utk mendekati mereka saja memerlukan pengorbanan dan ujian cinta yg kuat,kecuali hanya keluarganya yg mengetahui dgn pasti. Pada jaman itu, Bila ada yang memuji AhlulBait langsung lidah mereka diputus, tak ada yg berani mendekat dan berkata apapun tentang keutamaan-keutamaaan mereka, kecuali untuk orang-orang tertentu, betapa beratnya ujian mencintai keluarga Nabi.

Secara logika yang pasti dan mengetahui langsung kehidupan keadaan seseorang sudah PASTI keluarganya. afwan…klu sy ambil contoh almarhum Bpk.Suharto, tentu yang sangat mengetahui jelas adat kebiasaan beliau, sifat, prilaku dan pandangan, serta amanat atau wasiat yg ditinggalkan oleh beliau sudah PASTI keluarganya.

Nabi kita Muhammad Saww sangat mencintai cucunya, itu ada dlm riwayat berbagai mazhab, dan tragisnya cucu kesayangan beliau ini dibantai oleh orang-orang yang mengaku sebagai ummatnya…, pantaskah… balasan ummat kpd beliau Saww…? yg begitu sangat mencintai ummatnya. bahkan ketika saakratul maut menjemput yg dipanggil adalah ummati….ummati…..( selalu umatnya yg diingat) namun…apa balasan umat kpd beliau Saww..? keluarganya dimusuhi, cucu-cucunya dibunuh-bunuhi.

Sekarang kita yg hidup dijaman ini, apa balasan kita untuk Rosulullah Saww…? tentu Rosulullah tidak butuh balasan dr kita, tapi YANG JELAS KITA BUTUH ! SYAFAAT BELIAU SAWW kelak. Lantas…mana simpati kita untuk keluarganya..? adakah sedikit rasa dihati untuk menghormati beliau Saww yg sedang berduka…? ya…memang Beliau Saww sudah tiada, tapi bukan berarti beliau Saww tidak tau dengan amalan-amalan kita, itu terbukti ! malaikat setiap hari kamis memberikan laporan kepada Nabi kita Saww baru pada hari jumm’at laporan tersebut naik menghadap kpd ALLAH.(hadist)

Mana BUKTI cinta kita terhadap beliau Saww ? saudaraku….cinta yg kita ikrarkan kelak akan dituntut oleh ALLAH…., cinta hanya dimulutkah…? atau memang cinta yg lahir dari dalam jiwa ?, klu memang demikian sudah tentu kita akan bersedih klu yg kita cintai sedang bersedih. Hidup ini tempatnya ujian.., iman kita akan diuji, begitupun cinta kita, semua kita diuji.

Beberapa waktu lalu sy dikirimi video pertandingan ‘sepak bola’, yang pendukung/simpatisan satu kesebelasannya disebutkan sbg ‘garis keras’, ada pembelaan2 terhadap kesebelasan yg mrk dukung, bahkan ada adegan ‘kekerasan’. tdnya sy bingung kok sy dikirimi video beginian ?, ternyata sipengirim salah kirim, dan sudah minta maaf. Tetapi sungguh Allah maha SEGALANYA, Saya cermati video tersebut, serem juga melihatnya. dan saya ambil kesimpulan itulah ‘EKSPRESI CINTA’, mereka rela berkorban demi kesebelasan yg mrk ‘Dukung’, bahkan rela mengorbankan dirinya.

Yah…apalagi pengorbanan untuk Nabi kita Saww, tentu sudah tidak dapat diucapkan dengan kata-kata. cinta bisa membuat kita buta, cinta bisa membuat manusia mabuk kepayang, dan cinta bisa membuat manusia lupa akan dirinya.

Saudaraku…begitupun yg terjadi di Irak, para simpatisan rela mengorbankan ‘menyakiti’ diri mereka sendiri sampai berdarah-darah…pada acara Asyura, seperti video2 yg banyak disebarkan di FB. Padahal oleh ulama kami itu di ‘LARANG’ tapi siapa yg mampu menghalangi orang yg tenggelam dalam ‘lautan cinta’, seperti kata orang ‘semua halal dijalan cinta’. wallahu a’lam….semua kembali kediri masing-masing.

Hampir setahun yg lalu sy pernah hadir undangan pengajian tetangga, umur tetangga sy ini kurang lebih 65 thn, seusai acara kita ngobrol2 santai, panjang lebar kita ngobrol akhirnya pembicaraan sampai pada Muharram, betapa kagetnya saya ternyata tetangga sy itu (yg 65 thn) baru tau kalau 10 Muharram itu adalah peristiwa pembantaian keluarga Nabi, dia bingung sekali mendengar hal itu. Tapi yg jelas yang lebih bingung dan sedih adalah saya. Dari situ sy terus berfikir ternyata memang banyak yg tidak tau, saya bingung siapa yg salah…? mengapa sejarah2 keluarga Nabi jarang diangkat oleh ummat ? padahal kita butuh Nabi dan kita mengaku cinta Nabi Saww, mengapa Maulid Nabi begitu besar-besaran diadakan…., sedang hari meninggalnya(khoul) tidak kita buat ??! Mohon maaf…klu pertanyaan sy ini ada yg tersinggung, tapi memang pertanyaan ini telah ada sejak sy masih duduk di SMP.

Mudah2an catatan dibawah ini ada manfaatnya spesial untuk sy pribadi, mohon maaf bila ada kata yg kurang berkenan dihati, afwan….

——————————————————————–

Dalam Shahih Turmudzi dan Thabarani, Rasulullah bersabda:

” Husain dariku dan aku dari Husain. Allah akan mencintai siapapun yang mencintai Husain. Husain cucu dari cucu para Nabi”

Kisah tragedi Al-Husein As di Karbala telah dipaparkan oleh Allah SWT kepada para Nabi dan para Rasul, sejak Nabi Adam As hingga Nabi Muhammad SAW. Nabi Isa As datang berziarah dan shalat, berdoa, menangis di Karbala. Rasulullah SAW telah bersabda:

“Barang siapa yang menangisi Husain, kelak tidak akan menangis pada saat orang lain menangis.”

Dalam kitab Injil pada Perjanjian Lama:

Yeremia 46: 10 berbunyi: ” Tuhan Allah Semesta Alam mengadakan korban penyembelihan di tanah utara dekat sungai Eufrat.”

Yazid bersurat kepada Al-Walid gubernur Madinah sbb:

“Paksalah Husain bin Ali berbaiat kepadaku atau bunuhlah dan kirimkan kepalanya kepadaku..”. Pada buku: The Saviour oleh Antoane Bara

Karena desakan Al-Walid yang semakin keras, Imam Husain memilih jalan pintas, pergi meninggalkan kota kelahirannya Madinah guna menghindari perselisihan yang dipaksakan.

Imam As berpamitan kepada kakeknya, Rasulullah SAW mengadu sbb:

” Assalamualaikum ya Rasulullah Aku Husain cucumu…. Aku datang menghadapmu untuk mengadukan dan mengeluhkan akan perbuatan umatmu yang telah menghina, memburu bahkan membunuh Ahlul Baitmu dan kini mereka tujukan kepadaku yang tinggal satu…. sehingga mengharuskan aku berjauhan denganmu ya Rasulullah…”

Imam Husain shalat, berdoa hingga larut malam dan tertidur di samping pusara kakeknya, lalu bermimpi Rasulullah SAW menghampirinya dan bersabda:

” Wa alaikum salam… wahai cucuku Husain Allah SWT mengujimu dan bersabarlah…sambutlah segera ujiann-NYA, pergilah, tempuhlah syhadahmu di Karbala Agar engkau dapat mencapai derajat kami, sehingga dapat hidup selamanya bersama kami di surga.. Aku sangat merindukan kehadiranmu di sisiku nak…. Ayahmu, ibumu, kakakmu menitipkan salam untukmu, dan mereka sangat merindukan kehadiranmu nak…”

Imam Husain As terkejut, terjaga, tubuhnya menggigil membayangkan akan kejadian di Karbala, beliau dan keluarganya segera berkemas, berpamitan kepada Ummul Mukminin Ummu Salamah ra untuk pergi ke Mekkah dan melanjutkan ke Kufah.

Ummu Salamah berkata:

Um : ” Duhai Husain anakku Aku harap engkau tinggal di Mekkah dan tidak melanjutkannya ke Kufah..”
Hs : ” Aku akan pergi ke Kufah ibu, semalam, suamimu telah memerintahkan aku, agar segera menempuh syahadahku di Karbala, dan itulah kehendak Allah SWT kepadaku….Wahai ibu… Bukankah dahulu suamimu telah menitipkan tanah yang tempatkan di dalam botol kepadamu..? dan bila tanah di dalam botol itu berubah menjadi darah, maka pada saat itulah aku wafat Bu…?”

Mendengar hal itu tubuh Ummu Salamah bergetar, wajahnya pucat lalu jatuh dan pingsan. Di perjalanannya Imam Husain As bertemu Farasdak yang bersyair tentang para tokoh Kufah:

” Hati mereka selalu setia bersamamu dan pedang-pedang mereka tertuju pula kepadamu ya Husain.”

Kafilah kesucian diberangkatkan demi menghantarkan ruh yang di ikhlaskan. Di Oase Tsa’labiyah Imam Husain As beristirahat, tiba-tiba pengikut Al-Husein As dikejutkan oleh gumpalan awan hitam membumbung di kejauhan, lambat laun terdengarlah gemuruh suara hentakan kaki kuda, dan woo pasukan berkuda dipimpin oleh Al-Hur Ar-Riyahi, utusan Ibnu Ziyad gubernur Kufah datang menghampiri, terjadi dialog sbb:

Hur : ” Bolehkah kami minum di oase itu..?”
Hsn : ” Oase itu milik-Nya untuk dinikmati hamba-Nya, dari mana kalian datang..? dan untuk apa 1000 pasukan ”
Hur : ” Kami diperintah mengawalmu ke Kufah..”
Hsn : ” Aku datang ke Kufah atas undangan para tokoh kalian.”
Hur : ” Aku tidak termasuk yang mengundangmu..”
Hsn : ” Bila kalian tidak menghendaki kedatangan kami maka biarkan kami pergi ke tempat lain.”
Hur : ” Kami dibayar untuk mengawal anda sampai di Kufah dan aku tidak datang untuk memerangi anda, dan bila saja aku berniat membunuhmu, maka sejak tadi sudah aku lakukan..?”
Hsn : ” Hai Al-Hurr Jangan menggertak lelaki keturunan pemberani Aku Al-Husain putra Ali bin Abi Thalib Putra pemeran utama pada perang Bath, Perang Uhud, perang Khandak dan perang Khaibar…”

Al-Hur terperanjat melihat keberanian Imam Husain As di hadapan loon pasukannya, lalu Al-Hur memohon agar Al-Husain As mau dibawa ke Kufah.

Al-Husain menurutinya, kafilahpun bergerak menuju kota Kufah, dan sesampainya di Karbala, kuda yang digunakan Al- Husain As adalah kuda Rasulullah SAW yang bernama Dzul Janna, tiba tiba tidak mau bergerak ke depan/ ke belakang, Al-Husain As berkali kali mengganti kuda yang lain dan tetap saja, kuda-kuda yang ditungganginya tidak mau bergerak. Melihat kenyataan ini Al- Husain As menarik nafas panjang dan bersabda:

” Inilah tanah Karbala. Karb= duka, bala=bencana. Di sinilah.. Di bumi tandus inilah… Nanti tangisan, erangan putri-putri Nabi Muhammad SAW akan membahana… Di sinilah jeritan parau putri-putri Imam Ali As akan membumbung menembus dinding angkasa. Di sinilah kemah keluargaku akan di bakar hangus Di sinilah kebenaran akan diberangus… Pendambanya akan tersungkur di bawah telapak kaki para pemerkosa hati nurani…. Di sinilah cawan-cawan madu merah dari surga akan di bagi-bagikan… Di sinilah aku akan bertemu dengan ayah, ibu, kakak dan kakekku Nabi Muhammad SAW Sungguh benar sabdamu wahai Rasulullah…. Yang menjanjikan kematian indah untukku di sini….Wahai Kerabatku…. Wahai Sahabatku…. Turunlah dari kudamu…. Dirikanlah tenda-tenda dan kemah-kemah kalian.”

Al-Husain as melompat turun dari kudanya, lalu bersyair:

Wahai zaman…..Alangkah curangnya engkau menjadi teman
kedatanganmu selalu memberikan harapan, lalu pergi tanpa kesan
Engkau akan menyaksikan kawan dan lawan akan tewas terlentang
Saksikanlah seberapa banyak yang tewas terkapar karena harapan….
Wahai zaman….
Engkau adalah saksi bisu, saksikanlah para pencinta keadilan terhenyak lesu
kala mereka meneguk empedu dari cawan madu…
Hanyalah Tuhan tempat mengeluh dan mengadu…
DIA-lah sumber cinta dan muara rindu….

Mendengar syair Al-Husain As yang menyayat hati itu, sy Zainab As berlari menghampiri kakaknya, lalu menjerit pilu, memeluknya, meratap dan bersyair:

OhZaman….OhZaman….
Alangkah nikmatnya, bila kematian datang menyambarku…
Alangkah bahagianya, bila maut mereng gut nyawaku.
Bagaimana mungkin aku akan ditetapkan sebagai penulis sejarah tragedi Karbala itu…?
Yang menghadapi pada awalnya saja, aku sudah merasa tidak mampu….!
Bagaimana aku akan melihatmu pada saat itu….
Oh bagaimana aku akan melihatmu….
pada saat engkau ditelungkupkan……oh… oh… oh…

Al-Husain As mengusap-usap kepala adiknya sambil bersabda:

” Wahai adikku…. Jangan biarkan perasaanmu mengurangi ketabahanmu… Semua isi bumi ini pasti akan berhenti pada titik kematian dan ketiadaan… Kakekku, ayahku walau manusia sempurna pasti wafat juga…. Bila aku telah tiada, janganlah kau mengoyak¬ngoyak busanamu dan menarik-narik rambutmu, agar tidak berkurang kenikmatan Allah SWT kepadamu….”

Sy Zainab melaksanakan wasiat ibunya, mencium dada dan tungkuk Al-Husain As sambil berkata bahwa itulah ciuman ibu yang dipesankan kepadaku kak….

Pada sisi lain di Kufah, berita kedatangan Al-Husain As disebar merata. Sang gubernur Ibnu Ziyad menyamar jadi Imam Husain As dan kafilahnya. Ibnu Ziyad memakai jubah dan sorban berwarna serba hitam dan rombongannya warna putih. kemudian para penyambutnya ditangkapi dan dihukum mati. Atas perintah Yazid, gubernur Kufah membuat sayembara sbb:

Barang siapa yang sanggup memblokade kafilah Husain, tidak memberinya makanan, minuman, lalu membunuhnya, memisahkan kepala dari tubuhnya, meratakan tubuhnya dengan tanah, maka tokoh itu akan dijadikan gubernur di Ray yang sangat subur selama 10 tahun.

Para tokoh Kufah berlomba-lomba mengikuti sayembara itu:
50.000 pedang dan belati di asah.
50.000 anak panah dan tombak di tajamkan. 20.00o pasukan berkudaberdatangan
30.000 pasukan berkuda tambahan dari Syam.
Semua berdatangan dengan panji-panji kebanggaan.

Al-Husein As dan 72 orang pendukungnya dalam keadaan kelaparan dan sangat kehausan akan berhadapan melawan 51.000 pasukan bersenjata lengkap, air yang merupakan salah satu sumber kekuatan dijauhkan dan sungai telah diblokade.

Yang menyaksikan peristiwa itu pasti akan berkata: Ini bukanlah peperangan, melainkan pembantaian.. !
Malaikat As, Jin bergiliran datang menghadap memohon kepada Al-Husain As untuk membinasakan lawannya, Al-Husain As menolak bantuannya karena ujian itu kehendak Allah SWT kepadanya.
Belum pernah terjadi dan takkan pernah terjadi dalam sejarah manapun di dunia ini, 72 pasukan pemberani yang kehausan, siap dengan kematian akan melawan 51.000 pasukan yang bersenjata lengkap. Dan tragedi Karbala ini melibatkan orang tua, pemuda, laki-laid, dan wanita sampai bayipun jadi korbannya.

Situasi semakin lama semakin menegangkan, emosi semakin lama semakin tak terkendalikan. Al-Husein As menghampiri pemimpin lawan yang bernama Umar bin Saad, di hadapannya, Al- Husain As bersuara lantang:

” Segala Puji bagi Allah SWT dan Shalawat kepada Nabi-Nya serta Ahlul Baitnya. Wahai sekalian manusia…! Telusurilah garis keturunanku, lalu renungkan siapa aku dan siapa kalian Renungkanlah, adakah sedikit alasan di benak kalian untuk mengalirkan darahku di bumi ini..? Aku adalah anak dari putri Nabi kalian… Aku adalah putra dari pendamping Rasulullah SAW yang mukmin pertama bersama Nabi-Nya, yaitu Ali bin Abi Thalib As…. Hamzah sang syahid besar di Uhud adalah paman ayahku…. Jakfar At-Tayyar sang merpati surga adalah pamanku… Tidakkah kalian pernah mendengar kakekku

Rasulullah SAW bersabda:

Hasan dan Husain adalah penghulu para pemuda penghuni surga…? Dan Nabimu juga telah bersabda: Aku tinggalkan kepada kalian dua pusaka yang amat berharga yaitu: Al-Qur’an dan Ahlul Baitku…. Jika kalian membenarkannya, maka itulah kebenaran yang hams diterima. Jika kalian tidak pernah mendengarnya maka tanyakanlah kepada para Sahabat Nabi SAW yang masih hidup dan yang tinggal di Kufah, seperti: Jabir Al-Anshori, Abu said al-Khudri, Sahl bin Said, Said bin Arqam dan Alias bin Malik… Jika kalian membenciku…. maka biarkan aku pergi dari tempat ini untuk menuju suatu daerah yang jauh dari kalian…. ”

Qais bin Asy’at mengancam:

” Kami tidak akan membiarkanmu hidup sebelum menyatakan baiat dan mendukung khalifah Yazid…”

Al-Husain As menjawabnya:

” Demi Allah… ! Sedikitpun tak terfikirkan bagiku untuk membaiatnya…. Mustahil putra Ali bin Abi Thalib akan hidup hina di bawah kekuasaan manusia terkutuk itu.”

Kemudian Al-Husain As bersyair:

Jika agama kakekku takkan teg ak kecuali deng an jalan hares dibunuhny a aku..?
Maka, wahaipedang-pedang kaum durjanaperangilah aku..! Wahaikematian, datanglah dan aku menyongsongmu Ketahuilah, batas kehidupan dan kematian adalah semu.

Belum Ada Tanggapan to “” Cucu Nabi Kita shallahu a’laihi waalihi wassalam “”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: