Fatimah12's Weblog
Just another WordPress.com weblog

” Arti Hidup Menurut Pencipta Kehidupan..”

Oleh Ust.Zen Muhammad Al-Hadi


Dalam hidup ini tidak mungkin hanya yang baik dan enak saja yang mampir ke dalam kehidupan kita. Sudah ketentuan Maha Pencipta adanya pasang surut, sedih dan senang silih berganti. Bila kita menolak kenyataan tersebut, maka kita akan mengalami stress berat.

Oleh karena itu, lebih selamat bila mau menerima kenyataan bahwa dalam hidup ini kita harus sekali-kali mengalami sakit, rugi, sedih, menderita dan lain sebagainya. Telanlah walaupun pahit sementara, karena hal itu pasti akan lenyap dengan sendirinya setelah kita berusaha maksimal sebatas kemampuan.
Pencipta sekaligus Pemilik dunia ini (Allah SWT) memberi tahu bahwa Dia tidak menciptakan kebahagiaan/ kepuasan, kenapa kita membodohi diri kita sendiri dengan mencari kepuasan yang tak pernah teraih? seperti: mencari kepuasan dengan mendatangi tempat maksiat, pesta narkoba dan dan lain-lain. Tidak ada kesenangan dan kepuasan di sana, yang ada hanya keletihan dan terkadang akhirnya kepedihan, kebangkrutan, rusaknya rumah tangga dan lain-lain.

Hidup di dunia ini bukan untuk hura-hura yang tak berarti, Allah SWT telah mengingatkan kita tentang hal ini: ”Mengapa mereka bermain-main (di dunia ini), dan hidup dalam keraguan?” (QS. Ad-Dukhan: 9)
Sebenarnya hidup ini hanya untuk menyelamatkan diri, selamat dari murka Allah SWT (neraka). Seharusnya kehidupan di dunia ini kita jadikan lahan tempat menanam tanpa menuai, sedang akhirat tempat menuai tanpa menanam.

Dunia diciptakan dan diisi dengan segala macam yang ada untuk kepentingan manusia. Dan manusia hidup di dunia ini untuk belajar mengenal Allah SWT dan mencintai-Nya. Untuk itu Allah SWT akan melakukan ujian keimanan. Firman Allah SWT: ”Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan berkata: ”Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji? Dan sungguh Kami telah menguji orang yang sebelum mereka, maka sungguh Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sungguh Dia mengetahui orang-orang yang dusta”. (QS. Al-Ankabut: 2-3).

Allah SWT berfirman lagi: ”Dan sungguh Kami akan menguji kamu dengan sesuatu intimidasi, ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang bertahan dan tabah”. (QS. Al-Baqarah: 155). “Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu cobaan sebagaimana apa yang diderita orang-orang sebelum kamu? Mereka ditimpa kesengsaraan, kemiskinan dan berbagai cobaan, sehingga Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya berkata: “Kapankah datang pertolongan Allah?” Ketahuilah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat”. (QS. Al-Baqarah: 214)
Nah, untuk mengikuti ujian keimanan itulah kita diciptakan. Ingat, itu kemauan Allah SWT, kita tidak dapat menghindar. Lebih baik jalani saja ujian ini dengan hati rela.

Orang-orang yang sedang terjajah hawa nafsu mengira, di dunia ada kepuasan. Tetapi, ternyata tidak ada kesenangan nyata di dunia ini. Yang ada hanya kesenangan semu dan keletihan, karena yang bersentuhan hanya jasad dengan jasad. Sedangkan kepuasan yang sebenarnya ada di dalam hati. Dan segala yang haram tidak dapat menyenangkan hati, karena fitrah hanya merindukan kebersihan dan kebenaran.

Seseorang yang hanya menuruti keinginannya, ia akan mengejar fatamorgana tanpa hasil. Allah SWT yang menguasai hari pembalasan (Maliki Yaumiddin) telah menyediakan pengadilan yang sangat adil. Segala kasus yang tidak adil di dunia akan ditangani sendiri oleh Penguasa mutlaq, Allah SWT. Semua kasus peradilan akan diadili (naik banding) seadil-adilnya, sebab di dunia sangat penuh kedzaliman. Demi keadilan, semuanya akan diadili pada hari Maliki Yaumiddin. Apa yang ditanam di dunia, di sanalah menuainya.

Selagi nyawa di badan, marilah kita menanam apapun yang bermanfaat bagi diri kita, famili, tetangga, bangsa dan negara. Karena hanya di dunia inilah kesempatan kita untuk menanam, dan di alam kekal yang tanpa waktu kita akan menuai.

Maka, semua kita mestinya rela/ ridha atas apapun yang menimpa diri kita. Kepahitan yang kita telan merupakan obat yang akan membahagiakan di masa depan. Kemanisan yang kita telan, belum tentu menyenangkan masa depan. Karena kita manusia tidak dapat menerka sebab akibat yang ghaib. Maka dari itu, wajarlah bila kita serahkan saja kepada yang empunya diri. Yang penting adalah kehidupan di alam abadi kelak. Karena, di dunia ini: senang, jabatan, sehat, sakit semua akan berlalu.

Dalam sebuah Hadits Qudsi, Allah SWT berfirman:
Wahai hamba-Ku
Aku berkeinginan, engkau pun berkeinginan
Yang pasti terjadi hanyalah keinginan-Ku
Jika engkau ikuti keinginan-Ku
Akan Ku-berikan apapun yang engkau inginkan
(Sebagian besar kelak di surga)
Jika tidak kau turuti keinginan-Ku
Akan Ku-letihkan engkau mengejar keinginanmu

Selamat berkarya, selamat beramal, semoga Allah senantiasa memberikan bimbingan, petunjuk serta ampunan bagi kita.

Belum Ada Tanggapan to “” Arti Hidup Menurut Pencipta Kehidupan..””

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: