Fatimah12's Weblog
Just another WordPress.com weblog

” Saya ingin menjadi Salman “

Ini kisah tentang sahabatku, umurnya hampir 60 tahun(Sebut saja Ibu Ani), Tapi begitulah persahabatan tak pernah mengenal umur dan status. Entah mengapa kami begitu saling cocok, ia seorang Dokter umum yg cukup terkenal ditempatku, tetapi anda jangan membayangkan ia sebagai sosok seorang dokter pada umumnya. Ia begitu sangat-sangat sederhana, sampai-sampai terkadang orng tidak mengira bahwa ia adalah dokter dan pemilik dari sebuah klinik.


Beliau banyak bercerita padaku bagaimana kehidupannya waktu kecil dulu, waktu umur 7 bulan ia sdh harus diasuh oleh orang lain karena kehidupan keluarganya yg tidak mampu, dan sampai ia besar ia masih harus tinggal dgn orng lain, disekolahkan dan alhamdulillah ia bisa lulus dan memperoleh predikat seorang dokter.

Perjuangan hidupnya tdklah sampai disitu, mungkin krn hidup terpisah dr keluarga jadi sifat mandiri itu sangat kuat dlm jiwanya. Semangat utk membantu keluarganya yg tdk mampu, ia harus rela mengasuh anak orang lain hanya untuk mengharapkan makan siang dengan demikian uang hasil kerjanya (diklinik) tempatnya bekerja bisa awet dan akan ia berikan utk keluarganya. Ia harus rela berjalan berkilo-kilo utk mengirit ongkos dan mengharapkan honor Rp.400(jaman dahulu) disebuah rumah sakit pemerintah.

Tekadnya begitu kuat, ia ingin memiliki klinik sendiri, susah payah ia berusaha utk membangun dan mewujudkan cita-citanya. Alhamdulillah doa nya dikabul oleh Allah, ia berhasil memiliki klinik sendiri walaupun ia harus bekerja sendiri dulu, mengepel lantai klinik sendiri, mencuci perban, dsbnya. Semua ia lakukan sendiri, krn belum mampu utk membayar orang.

Lama kelaman Alhamdulillah kliniknya mulai dikenal banyak orang, dari mulut kemulut orang banyak menyebut namanya. Beliau sudah mampu utk membayar gaji pegawai. Dan ini salah satu kelebihan yg beliau miliki, beliau lebih banyak dikenal oleh orang-orang susah alias tidak mampu, seperti tukang ojek, penjual jajanan, tukang baso, supir angkutan umum, dsbnya pokoknya kebanyakan orng susah. Dan ini terbukti didepan mata kepalaku sendiri, ketika aku berjalan bersamanya, kemanapun kami pergi orang selalu menyapa beliau, sedang beliau sendiri tdk mengenal orang2 tersebut. Mereka semua (yg menegur) adalah orang2 yg pernah ditolong oleh ibu Ani. Terkadang orng2 yg datang kekliniknya tdk memiliki uang sama sekali, tapi ibu Ani menerimanya bahkan malah ketika orng tersebut pulang ia memberikan ongkos pulang. Ibu Ani juga sempat ditegur oleh teman sejawatnya karena difikir telah merusak harga standar pelayanan, dan dijawab oleh ibu Ani bahwa apa yg ia lakukan atas dasar kerelaan hatinya, masa iya…orng tidak mampu harus sy paksakan utk membayar. Subhanallah….malah dgn sikapnya seperti itu justru kliniknya banyak dibanjiri pasien.

Beliau pernah berkata bahwa bersusah-susah diwaktu muda dengan bekerja keras Insya Allah akan merasakan kenikmatan dimasa tua. Ya….seperti beliau sekarang ini tinggal merasakan hasil jerih payahnya, dan Alhamdulillah berguna pula utk umat. Dan sekarang kliniknya sudah diserahkan dan dikelola oleh anaknya

Beliau sangat memperhatikan pendidikan keluarganya bahkan saudara-saudaranya yang ada dikampung, bila ada yg tdk mampu ia biayayai sekolahnya sampai sarjana dan kini sudah bisa mencari uang sendiri, semua itu berkat perhatian dan keperduliannya. Bukan hanya famili yg beliau tolong orng lainnpun yg sekiranya pantas dan wajib ia tolong, ia tdk akan segan utk menolong. Pernah ada sebuah keluarga yg tinggal digubuk bilik yg sangat memprihatinkan, dengan menabung sedikit demi sedikit dibelikan tanah olehnya dan dibangunkan rumah yg layak untuk dihuni. Dan seseorang yg ia berikan modal lalu berjualan baso yg Alhamdulillah orng tersebut kini bisa menghidupi keluarganya.

Perhatiannya tdk hanya sampai disitu, kebaikannya yang lain ialah ia banyak menolong Para Zurriyat Rosulullah Saww(baik Sunni ataupun Syi’ah), bila ia mendengar ada Zurriyah yg kesusahan, ia begitu ringan tangan dan berbesar hati untuk menolong. Ada yg disekolahkan dan dipesantrenkan dibiayai tiap bulan olehnya sampai sekolahnya selesai. Bahkan ada yg sekarang menjadi mubalig yg cukup dikenal dikotanya. Baginya inilah salah satu wujud cintanya pada Ahlul Bait Nabi. Ia tak ingin seperti yg digolongkan dlm salah satu riwayat bahwa ketika seseorang bertemu dengan Imam Musa Alkhazhim a.s, ketika itu Imam membawa tongkat yg selalu dibawa oleh Rosulullah Saww, orng tersebut bertanya “ Apakah ini tongkat yg dimiliki oleh Rosulullah “ Imam menjawab, “ iya… ini tongkat Rosulullah Saww “ seketika itu pula orng tersebut menciumi tongkat tersebut. Imam melihatnya lalu berkata “ Kau ciumi peninggalannya, kau tinggalkan darah dan dagingnnya “.

Sikapnya pada para Zurriyat menurutku adil dan netral, yg benar akan ia bilang benar dan yang salah akan ia tegur dengan caranya sendiri, tapi tegurannya tidak membuat harga diri seseorang terabaikan, seperti dalam satu riwayat seorang ulama sampai menyebutkan penghormatan pd Zuhriyyah itu :

” Janganlah engkau mengurangi penghormatanmu terhadap mereka yang kurang baik. Sebab mereka bukanlah para hakim yang dapat dihentikan dari jabatannya karena tidak bekerja dan melakukan kewajibannya. Namun mereka adalah jabatan nasab yang melekat dan kekal selama-lamanya. Jabatan lain dapat ditarik karena kedurhakaan. Namun ada pula jabatan yang tak dapat dicabut walaupun itu melanggar perintah Tuhan.”

Dan Dalam hadist :

Rasulullah Saww bersabda,”Syafaatku akan terwujud untuk orang yang menolong keturunanku, baik dengan tangannya, lidahnya, maupun hartanya.” Dalam hadis lain di sebutkan bahwa Rasulullah saw bersabda,” Cintailah oleh kalian, anak cucuku yang soleh karena ALLAH. Dan cintailah pula yang jahat karena Aku.”

Imam Ali al-Ridha berkata,”Telah berbicara kepadaku Abu Musa bin Ja’far,yang meriwayatkan dari ayah beliau,Imam Ja’far bin Muhammad, dari ayahnya Imam Muhammad bin Ali,dari Ayahnya Imam Ali bin Hussein,dari Ayahnya Imam Ali bin Abi Thalib,yang berkata bahwa Rasulullah saww menyatakan,’ Ada empat orang yang akan aku syafaati walaupun mereka berlumuran dosa seluruh penduduk bumi. pertama, orang yang membawa pedang untuk berjihad bersama keturunanku. Kedua, orang yang memenuhi keperluan mereka. ketiga, orang yang mengusahakan sesuatu untuk mereka demi kemaslahatan mereka ketika mereka dalam kesulitan. Keempat, orang yang mencintai mereka dengan hati dan lidah mereka.”

Dan apa yg dikatakan dlm hadist diatas Insya Allah itu ada pada Ibu Ani. Beliau juga paham bahwa Zuhriyyat bukanlah manusia sempurna, bukanlah malaikat yg tidak pernah berbuat salah, mereka sama seperti manusia lainnya ada salah dan khilaf. Tapi Bu Ani dgn kesederhanannya bisa menegur dengan caranya sendiri, tanpa membuat seseorang merasa terpojokkan. Malah terjadang yg ditegur tersenyum dan malu.

Dengan sifatnya yang lugu dan apa adanya ibu Ani berkata tentang kebingungannya melihat para habaib atau syarifah yang benci/anti terhadap Syi’ah, “ Ibu bingung banget neng(panggilannya kepadaku)….kok pada benci ya… sama Syi’ah….padahal Imam Ali itukan kakeknya…?” aku tersenyum mendengar pertanyaan Ibu Ani dan kujawab begini “ Bukan benci ibu….tapi belum paham saja…, korban dari informasi2 yg salah, dan mereka juga tdk mau mencari tau sdh keburu sentimen. Si Ibu ini gimana…..masa sama kakek sendiri benci…ya enggak mungkin lah….kalau seandainya Imam Ali a.s masih hidup lalu dilaknati dimimbar2 tiap Jumat…masa iya mereka enggak marah kakekknya diperlakukan seperti itu. Lalu seandainya Imam Husein masih hidup dan karbala terulang kembali, pastilah mereka(para Habaib itu) yg terdepan membelanya. Masa iya mereka diam melihat kakeknya digorok lehernya seperti binatang….tentu mereka tdk akan tinggal diam.., kalau mereka diam itu berarti cucu Galil adab dan sebaiknya jangan ngaku2 turunan “ kataku.

Dan Ketika diwaktu sore dibalai sudut rumahku dengan ditemani secangkir teh disitulah kami banyak mengobrol, perbincangan kami tdk jauh dr agama, khususnya AhlulBait Nabi, kata2 yg masih kuingat sampai sekarang ialah :

Ani : “ Neng… saya ingin menjadi Salman Al-Farisi, doakan ibu ya…neng….?”

Aku : “ Amiiin…Ya….Robb……, Insya Allah ibu…., Allah, Rosulullah dan AhlulBaitnya menyaksikan ini semua….Ibu…Seandainya kelak nanti ibu sedang bersama Sayyidatina Fatimah a.s, ibu sedang mengobrol bersama beliau seperti sekarang ini TOLONG INGAT SAYA….sampaikan salam saya pada beliau, tolong jangan lupakan saya…, Insya Allah ibu digolongkan seperti Salman Al-Farisi yg telah membantu para Ahlul Bait ketika sedang menderita”. Tak kuasa air matanyapun menetes, kurangkul iya, dan beliau berkata ” Saya yang jangan dilupakan..”

Subhanallah…. kecintaannya kepada Zurriyat itu Insya Allah tulus apa adanya, dan itu telah dibuktikan oleh Allah, dimanapun ia pergi ia selalu berjumpa dgn para Zurriyah(tanpa disengaja), kekota manapun ia pergi, beliau pasti bertemu dgn Zurriyah, hatta keluar negri sekalipun beliau disambut, ditolong dan diantar oleh para Zurriyah. Beliau sendiri bingung kenapa ia selalu dipertemukan tanpa disengaja olehnya. Ada satu peristiwa ketika beliau sedang di Iran dan memerlukan tumpangan mobil, kebetulan saat itu sedang sulit mendapatkannya, anak laki-lakinya mencari kesana kemari dan akhirnya dapat, segera dinaikinya mobil tersebut dan sianak berbicara dengan supirnya yang ternyata adalah Zurriyah…sianakpun menggeleng-gelengkan kepalanya pd sang ibu….dan berkata “ si Ibu…..dasarnya suka berbarengan dgn Zurriyah, supirnyapun Zurriyah..”

Benarlah dlm Al-Quran dikatakan : “ Jika kamu berbuat baik(berarti)kamu berbuat baik untuk dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat, maka (kejahatan) itu bg dirimu sendiri “ (Qs Al-Israa :7)

Dalam Hadist Rosulullah Saww bersabda : “ Sesungguhnya Allah selalu menolong seorang hamba yang selalu menolong orang lain “

“ Barang siapa yg melapangkan kesusahan(kesempitan) utk seorang mukmin didunia maka Allah akan melapangkan baginya kesusahan dari kesusahan-kesusahan pada hari kiamat dan barang siapa yg memudahkan kesukaran seseorang maka Allah akan memudahkan baginya didunia dan akhirat “ (HR.Muslim)

Ibu Ani adalah sosok wanita yg sangat sederhana, berfikir sederhana, berkata-kata sederhana, baginya lebih baik banyak berbuat dari pada banyak berbicara tanpa ada hasil yang dapat dimanfaatkan oleh ummat, ia hanya ingin menjalankan hidup ini dengan sebaik-baiknya, berusaha menerima ketentuan dari Allah dengan ikhlas, seperti Ani adalah Ani yg telah dicipta oleh Allah dengan sedemikian rupa, krn pd awalnya kita juga tdk pernah berkehendak bahwa diri kita seperti adaanya sekarang. Ibu Ani berpenampilan sangat sederhana, jauh dari glamour. Tak pernah Nampak sedikit emaspun menempel pada dirinya. Seandainya ada undangan pernikahan ia lebih menyukai datang lebih awal dr hari yg telah ditentukan dan langsung datang ke rumah yg punya hajat. Ia selalu menghindari tempat2 pesta krn bertentangan dgn jiwanya.

Tapi perlu diingat pula, tiada manusia yang sempurna didunia ini, siapapun itu… termasuk Ibu Ani, beliau hanyalah seorang manusia biasa yg pasti mempunyai kekurangan, tapi bukanlah hak kita untuk menilai kekurangan seorang manusia siapapun itu. Tapi Insya Allah karena kebaikannya Allah angkat derajat orang2 yg telah berbuat kebaikan sehingga noda dan cela tertutupi. Dan kisah inipun hanya sekedar sharing, ambil baiknya buang jeleknya, dan kalau ada kebenaran itu datangnya dari Allah tapi seandainya ada kesalahan itu datangnya dari diri saya dan saya mohon maaf untuk itu.

Doaku untuk Ibu Ani,

“ Ya…Allah… seandainnya Magfirah-Mu lebih dulu mencapai dirinya sebelumku maka ijinkanlah ia memberikan syafaatnya kepadaku kelak. Tapi bila Magfirah-MU lebih dulu mencapai diriku maka ijinkanlah aku memberikan syafaat kepadanya kelak, sehingga kami semua dapat berkumpul dibawah naungan-Mu yang tak terbatas…Ilahii…amiiiin.”

Belum Ada Tanggapan to “” Saya ingin menjadi Salman “”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: