Fatimah12's Weblog
Just another WordPress.com weblog

” Nabi dan Orang Dusun “

Ada satu riwayat tentang bagaimana sikap Nabi dlm mengobati jiwa yg sakit dengan kasih sayang dan mengobati jiwa yg lalai dengan kelembutan dan belas kasih, seperti kisah berikut ini :


Seorang dusun datang meminta sesuatu kepada Nabi Saww , kemudian beliau berkata :

“ Apakah aku telah berbuat baik kepadamu ?”

Orng dusun itu menjawab :

“ engkau tidak berbuat baik “

Maka marahlah para hadirin dr kaum muslimin dan mereka menghampiri orang dusun tersebut . Rosulullah Saww memberikan isyarat kepada mereka agar jangan melakukan sesuatu. Kemudian beliau Saww berdiri dan memasuki rumahnya dan mengirim sesuatu kepada orng itu dengan menambahinya sedikit. Kemudian beliau Saww berkata :

“ Apakah aku telah berbuat baik ?”

Orng itu menjawab :

“ Ya…, semoga Allah membalasmu atas sikapmu terhadap keluarga dan kerabat dengan balasan yang baik “

Nabi Saww berkata :

“ Engkau telah mengatakan sesuatu sedang para sahabatku marah atas hal itu, jika engkau mau katakanlah sesuatu dihadapan mereka supaya lenyap kemarahan mereka terhadapamu “

Orang dusun itu berkata : “ Iya..baiklah…..”

Keesokan harinya Nabi Saww datang dan berkata :

“ Sesungguhnya orang itu telah mengatakan apa yang diucapkannya dan ia menganggap dirinya sudah senang. Apakah begitu…. ? “

Orng dusun itu berkata :

“ Ya…semoga Allah membalasmu atas sikapmu terhadap keluarga dan kerabat dengan balasan yg baik. “

Setelah itu Nabi berkata kepada para sahabat-sahabatnya :

“ Perumpamaanku dan perumpamaan orang ini adalah seperti seorang laki yg mempunyai unta yg kabur, lalu orang-orang mengejarnya, namun mereka hanya menyebabkan ia semakin menjauh kemudian pemiliknya memanggil-manggilnya, Biarkanlah aku dan untaku karena aku lebih sayang kepadanya dan lebih mengetahui dari pada kamu. Maka pemiliknya mendatanginya dan mengambil daun-daunan, lalu memberikannnya kepada unta itu hingga ia datang kepadanya dan duduk. Kemudian orng itu menyiapkan pelana diatasnya dan duduk disitu. Sesungguhnya andaikata aku biarkan kamu ketika orang itu mengucapkan perkataan tersebut, lalu kamu membunuhnya, maka iapun masuk neraka “

Hadis diatas telah memberikan contoh bahwa dengan kasih sayang, hati akan menjadi luluh. Nabi sudah mencontohkan itu, Nabi tdk mengancam dengan berbagai hukuman. Hendaknya begitulah kiranya dalam menerapkan atau mengemukakan suatu hukum agama.

Bukan jamannya lagi sekarang ini kita memaksakan suatu hukum dengan ancaman2 atau sangsi2 terhadap pembangkang suatu hukum. Sekarang jamannya berfikir, ajaklah manusia untuk mencintai hukum agama dengan memberikan pengertian, mengapa hukum tersebut diciptakan oleh Allah ?, mengapa wanita harus ini dan itu ? Bagaimana sikap Nabi terhadap wanita dan khususnya terhadap istri2 beliau Saww ? Bagaimana sikap para aulia terhadap keluarganya ? dan lain-lain. Banyak contoh2 indah yg dapat kita pelajari dari para Nabi dan Aulia.

Sebenarnya banyak riwayat2 bagaimana cara Nabi berdakwah untuk menyebarkan Agama Islam, dan bagaimana Islam bisa ada sampai sekarang ini. Dan ini semua sangat perlu dipelajari, agar orng yg belum mengetahui Islam yg sebenarnya bisa memahami bahkan MENCINTAI hukum dengan Ridho, bukan mematuhi Islam karena takutnya dgn berbagai ancaman2. Islam tidak kaku sehingga membuat orng takut utk mendekat apalagi dlm hal (khususnya) wanita terutama Bab Poligami, wajibkah hukum ini…? tentu TIDAK jawabnya…, lalu mengapa Allah menciptakan hukum ini?, tentu ada penjelasannya.

Saya ingin mengutip perkataan bijaksana dari seorang Bijak :

” Kegundahan orang lain kepada kita, saat kita menyampaikan kebenaran, adalah perintah untuk memperbaiki cara dalam menyampaikan kebenaran.
Kita tidak boleh memaksakan cara dalam menyampaikan kebenaran, karena itu akan mengakibatkan orang yang membutuhkan perbaikan hidup itu justru mencemoohkan kebenaran.
Kita tidak boleh meminta maaf atas kebenaran yang kita sampaikan, tetapi kita harus meminta maaf jika kekurang-mampuan kita dalam menyampaikannya mengganggu kedamaian orang lain.
Kita tidak boleh menjadi penyampai kebenaran yang justru membuat orang menjauhi kebenaran. ”

Kata-kata bijak diatas kurang lebih hampir sama dengan riwayat hadist diatas, yg mengajarkan pada kita bagaimana harus bersikap dalam menyampaikan kebenaran.

Islam agama Rahmatan lil A’lamin, Islam itu Indah…, Islam itu cantik.., dan Islam itu damai…
Sholawat untuk Rosulullah Saww dan keluarganya yg suci dan disucikan oleh Allah Swt.

Mohon maaf bila ada kata2 yang kurang berkenan dihati.

Belum Ada Tanggapan to “” Nabi dan Orang Dusun “”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: