Fatimah12's Weblog
Just another WordPress.com weblog

” Kisah Seorang Wanita yg bekerja pada Keluarga Nabi (Ummu fadhdhoh)”

Semoga kisah ini ada manfaatnya,


Dia adalah putri tunggal Rosulullah Saww, dialah belahan jiwa Rasulullah Saww, dia pula penyejuk hati Rosulullah Saww, dialah manusia yang menyerupai Rosulullah Saww, sehingga Rosulullah Saww bersabda ” Fatimah adalah bagian dari diriku yang membuat ia bahagia berarti telah membahagiakan aku, yang menyakitinya berarti menyakitiku. “

Diapula yang mendapat julukan “Ummu Abiha” Ibu dari Bapaknya, ia adalah “Haura A -Insiyah” Bidadari yang menjelma jadi manusia.

Allah SWT telah menganugerahkan kepada seluruh wanita terbaik dengan sepuluh sifat mulia.
1. Allah menganugerahkan pengampunan pada Hawa istri Adam As
2. Allah menganugerahkan kecantikan kepada Sarah istri Ibrahim As.
3. Allah memberikan sifat kesetiaan pada Rahimah istri Nabi Ayub As.
4. Allah memberikan sifat kemuliaan pada Asiah istri Fir’aun.
5. Allah memberikan hikmah pada Zulaikha dizaman nabi Yusuf As.
6. Allah memberikan kesempurnaan akal pada Balgis istri Sulaiman As.
7. Allah memberikan ketabahan pada Burhanah Ibu Nabi Musa As.
8. Allah memberikan kesucian pada Maryam Ibu Nabi Isa As.
9. Allah memberikan karismatik pada Khadijah istri Nabi Muhammad Saw.
10. Allah memberikan ilmu pengetahuan pada Fatimah istri Ali bin Abitalib As. (Dikutip dari Kitab Al-Manaqib. 3 : 321 oleh Ibnu Syahr)

Kalau sekiranya Fatimah AS diberikan padanya usia yang lebih panjang. Hingga mencapai lima puluh atau enam puluh tahun, niscaya dunia ini akan sarat dengan ilmu pengetahuan, pendidikan dan kebudayaaan yan terpancar dari mutiara Pemikiran–pemikirannya. Namun sangat disesalkan, ia meninggalkan dunia dini, sedini usianya yang tak mencapai dua puluh tahun.

Cukup dalam membuktikan kearifan jiwanya, dalamnya ilmu pengetahuan yang dimilikinya, keluhuran budinya, kita menelaah sejarah dan menguak tabir yang tersirat didalamnya, yang menceritakan salah seorang budak wanitanya yang bernama Ummu Fadhdhoh.

Diriwayatkcin oleh Abul Qosim Al-Gasyiri, ia berkata ; juga dalam kitab Al-Mustadrof, bahwa :
Abdullah Ibnu Mubarak kala itu ingin menunaikan haji dan berjiarah kemakam Nabi Saw. Ketika ia sedang ditengah-tengah perjalanan mengarungi ganasnya lautan pasir dan panasnya angina yang berhembus dari sahara.

Tiba-tiba ia melihat sesuatu dikejauhan seperti titik hitam yang bergerak lalu ia melangkahkan untanya pada titik hitam tadi dengan di dorong oleh perasaan ingin tahu. Ketika mulai mendekat dan semakin mendekat titik hitam itupun mulai nampak pada bentuk aslinya, hingga jelas baginya ia kini menyaksikan sosok manusia dihadapanya, dia seorang wanita yang mengenakan busana hitam tertutup rapat.
menyaksikan situasi seperti ini Abduilah Ibnu Mubarak merasa ragu, iapun mulai bergumam dlm hatinya apakah aku sedang tidur dan tengah bermimpi ataukah ini suatu kenyataan manusiakah ia atau jin…? Siapa dia….? Mengapa ia ada ditempat seperti ini tanpa seorangpun mendampinginya. Padahal disekitar sini tak ada rumah-rumah penduduk atau pemukiman ….? kalau memang ia manusia, apa yg ia lakukan…? Mana bekal perjalanan jika ia seorang musafir..?

Pertanyaan demi Pertanyaan datang bertabi-tubi memenuhi pikirannya, sementara detak jantungnya mulai memacu keras , akibat kekewatiran, matanya tak terpejam sekalipun menyaksikan fenomena dihadapannya.

Dengan sedikit mental ia mulai mengarahkan untanya hingga lebih dekat dan lebih jelas. Dengan suara yg tersimpan akibat lama membisu iapun menyapa wanita itu.

Abdullah : “ Siapa engkau ini…?
Wanita : “ Ucapkan salam…, niscaya engkau mengetahui kelak “ (Q 43:89)

Abdullah : “Assalamu’alaikum Warohmatullahi Wabarakatuh “
Wanita : “ Salam dari Allah bagi penghuni syurga “ (Q 36:58)

Abdullah : “ Semoga Allah mengasihani engkau wahai ibu…., apa yg sedang engkau lakukan ditempat seperti ini..?
Wanita : “ Barang siapa yg Allah sesatkan, maka baginya tak ada orang yang dapat memberikan petunjuk “ (Q 7:186)

Abdullah : “ Apakah anda manusia seperti kita ataukah makhluk halus..?
Wanita : “ Wahai anak adam, pakailah pakaian yang bersih ketika engkau akan bersolat “ (Q 7:31)

Maka pahamlah Abdullah Ibnu Mubarak bahwa wanita ini adalah manusia biasa.

Abdullah : “ Dari mana asalmu wahai ibu…?”
Wanita : “ Dipanggil dari tempat yang jauh..”(Q 41:44)

Abdullah : “ Sekarang ibu mau kemana ? “
Wanita : “ Dan ketetapan dari Allah agar manusia menunaikan ibadah Haji bagi yang mampu “ (Q 3:97)

Abdullah : “ Sejak kapan ibu dalam kesendirian diperjalanan ini “
Wanita : “ Tiga malam berturut-turut “ (Q 19:10)

Abdullah : “ Bu…sepertinya saya tak melihat ibu membawa bekal dalam perjalanan ini, dari mana Ibu mendapatkan makanan..? “
Wanita : “ Dialah Allah yang memberikan makan-minum, dan bila aku sakit Dialah yang menyembuhkan “ (26:79,80)

Abdullah : “ Saya bawa sedikit makanan, maukah Ibu menerimanya agar tidak terlalu lapar..? “
Wanita : “ Dan tidaklah kami jadikan mereka tubuh-tubuh yang tiada memakan makanan “ ( Q 21:8)

Abdullah : “ Lalu jika Ibu hendak sholat, bagaimana Ibu berwudhu sedangkan air saja Ibu tak punya. “
Wanita : “Maka bertayammumlah kamu dengan tanah yang baik (suci). (Q 4:43)

Abdullah : “ Mengapa bahasa dan aksen ibu pada saya tidak seperti ucapan-ucapan saya pada ibu..? “
Wanita : “ Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada didekatnya , malaikat pengawas yang selalu hadir. “ ( Q 50:18)

Abdullah : “ Maaf Ibu…. Ibu ini dari jenis manusia berasai dari mana ? “
Wanita : “ Dan janganlah kamu mengikuti (prasangka) yang kamupun tidak tahu tentang sesuatu itu. “ (Q 17:36)

Abdullah : “ Maafkan kelancangan lidah saya wahai Ibu, saya ingin menebus kesalahan yang tadi “
Wanita : “ Pada hari ini tidak ada cercaan terhadap kamu, Allah telah mengampuni kamu, Dia ialah maha penyayang diantara para penyayang. “ (Q 12:92)

Abdullah : “ Ibu maukah ibu saya bonceng diatas unta saya ini hingga ibu dapat menyusul Kafilah yang telah meninggalkan ibu…”
Wanita : “ Sekiranya ada dilangit dan dibumi tuhan-tuhan selain Allah tentulah keduanya itu telah rusak binasa. “(Q 21:22)

Abdullah faham apa yang dimaksud dengan perkataan tadi bahwa tak mungkin si Ibu duduk berdampingan dengan laki-laki yg bukan muhrimnya. Apalagi dalam perjalanan jauh. Lalu Abdullahpun turun dari ontanya, seraya mneruskan niat baiknya tadi…

Wanita : “ Dan apa yg kamu kerjakan adalah suatu kebajikan niscaya Allah mengetahuinya : ( Q 2:197)

Maka Abdullah menundukkan untanya sambil mempersipkan si Ibu untuk menungganginya.

Wanita : : Katakan kepada laki-laki yang beriman hendaknya mereka menahan pandangannnya. “ (Q 24:30)

Abdullah segera menundukkan pandangan matanya dari si Ibu dan berkata ‘Naiklah ibu…’ namun ketika unta tadi hendak dinaiki tiba-tiba ia beranjak dari duduknya dan bangkit lalu berlari menjauhi keduanya, sehingga baju yang dipakai si ibu robek.

Wanita : “ Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri “ (Q 42:30)

Lalu Abdullah menangkap tali kekang unta tadi dan menenangkannya, ia berkata : ‘sebentar wahai ibu.., sekarang saya akan mengikatnya dahulu agar ia tak berontak dan lari seperti tadi “.
Wanita : “ Maka kami telah memberikan suatu pengertian kepada Sulaiman “ (Q 21:79)

Ketika Ibu berada di punggung unta, lalu unta itu pun siap untuk berjalan.

Wanita : “ Maka suci Allah yang telah menundukkan semua ini bagi kami padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya, dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami. “ ( Q 43:13,14)

Setelah itu, Abdullah mulai mengambil tali kekang unta tersebut berteriak agar unta berjalan cepat.
Wanita : “ Jika kamu berjalan sederhanalah (tidak terlalu terlalu lambat). “ ( Q 31:19)

Mendengar ucapan itu si wanita, ia melambatkan langkah untanya, ia menghibur dirinya dengan berpantun dan bernyanyi.

Wanita : “ Bacalah apa yang mudah(bagimu) dari Al-quran ( Q 73:20)
Abdullah : “ Sesungguhnya engkau telah mengingatkanku pada kebaikan-kebaikan. “
Wanita : “ Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil suatu pelajaran (dari Firman Allah). ( Q 2:269)

Abdullah : “ Ibu…apakah ibu punya suami ? “
Wanita : “ Hai…orang-orang yang beriman janganlah kamu menanyakan (sesuatu) jika hal tersebut diterangkan kepadamu Niscaya menyusahkan kamu. ( Q 5:101)

Setelah ucapan si Ibu yang penuh dengan sinisme itu Abdullah tidak berani bertanya apapun selama dalam pelajaran yang menjenuhkan serta memuat seribu misteri. Ketika mereka ditengah-tengah perjalanan, tiba-tiba Abdullah melihat di kejauhan seperti gerombolan kaum musafir yang bergerak kearah menjauh, Abdullah pun mengejarnya hingga mendekati kafilah tersebut lalu is berkata papa Si wanita.

Abdullah : “ Inikah kafilah yang meninggalkan ibu, adakah orang-orang yang ibu kenal disana…? “
Wanita : “Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia. “( Q 18:46)

Abdullah : “ Apa tugas anak-anak Ibu dalam perjalanan ini.,…?”
Wanita : “ Dan (dia ciptakan) tanda-tanda (petunjuk jalan) dan dengan bintang itulah mereka mendapat petunjuk (Kompas). “ (16:16)

Abdullah pun paham bahwa mereka ialah sebagai Guide dalam perjalanan.

Abdullah : “ Slapa nama anak-anak Ibu disana agar dapat aku memanggil mereka. “
Wanita : “ Dan Allah mengambil Ibrahim menjadi kesayangannya (4:125)
Dan Allah telah berbicara kepada Musa. (4:164)
Hai Yahya ambillah Alkitab (Taurat) dengan sungauh-sungguh. “ (19:12)

Lalu Abdullah menyebut nama-nama tadi dan memanggil dengan suara lantang….. Hai Ibrahim… Hai Musa… Hai., Yahya…. Tidak berselang begitu lama, tiba-tiba, muncui dihadapan Abdullah pemuda-pemuda gagah dan tampan yang terpancar dari raut wajah mereka cahaya keimanan, mereka datang menyambut tamu dan wanita itu, menyalami keduanya sambil berucap pada Abdullah dengan ucapan beribu-ribu terima kasih, salah satu diantara mereka menjamu Abdullah dengan makanan dan minuman.

Wanita : “ Makan dan minumlah dengan sedap disebabkan amal yang telah kamu kerjakan pada hari-hari yang telah lalu. “(69:24)

Setelah Abdullah menyantap hidangannya.

Wanita : “ Wahai bapakku ambilah ia sebagai orang yang bekerja(pada kita) sesungguhnya orng yg paling baik yg kamu ambil untuk bekerja (kepada kita) ialah orang-orang yg kuat lagi dapat dipercaya “ (Q 28:26)

Lalu para pemuda itu bangkit dan melengkapi Abdullah dengan berbagai bekal dan hadiah atas pertolongan yg dilakukannya pada si ibu.

Wanita : “ Allah SWT melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yg dia kehendaki “ (Q 2 :261)

Dan merekapun menambahkan lagi bekal diatas bekal yg lebih dari cukup untuknya disaaat itu. Abdullah hanya terpukau menyaksikan kejadian ini yg menyimpan seribu misteri. Lalu Abdullah berbicara dihadapan mereka.

Abdullah : “ Demi Allah…makanan-makanan yg kalian berikan sebagai bekal ini. Uang yg kau hadiahkan padaku untuk kebutuhanku dalam perjalanan. Kini aku mengharamkannya pada diriku, kecuali kalian ceritakan padaku siapakah ibu ini sehingga benar-benar ia menjaga lidahnya dari segala umpatan, ghibah dan penyakit lainnya…”

Mereka mnejawab : “ Beliau adalah ibu kita (Ummu fadhdhoh) namanya. Dahulu ia bekerja dan membantu di rumah Sayyidatina Fatimah Az-Zahra a.s sejak ia ditinggalkan oleh majikannaya, ia tak pernah berbicara pada orang-orang kecuali ia memakai Al-Quran sebagai pengantarnya, menggunakan ayat-ayat sebagai pembicaraan sehari-hari, karena ia kuatir dan takut jika lidahnya dapat tergelincir dari terjerumus kedalam perbuatan dosa. Sehingga Allah SWT akan murka karenanya. “

Setelah itu Abdullah memohon doa dan pamit untuk melanjutkan perjalanannya. Inilah kisah Ummu Fadhdhoh, pembantu Sayyidatina Fatimah a.s. Jika pembantunya saja sudah sedemikian rupa memahami tematik Al-Quran, BAGAIMANAKAH ILMU YANG DIMILIKI OLEH TUAN RUMAHNYA…?
Jika budi pekerti dan pendidikan yg diterima oleh Ummu Fadhdhoh sudah mencapai titik perfect dan kulmulasi, lalu BAGAIMANA ILMU DAN AKHLAK YANG DIMILIKI OLEH PENDIDIKNYA YAITU SAYYIDATINA FATIMAH A.S….?

Belum Ada Tanggapan to “” Kisah Seorang Wanita yg bekerja pada Keluarga Nabi (Ummu fadhdhoh)””

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: