Fatimah12's Weblog
Just another WordPress.com weblog

In Memoriam….( Dialog Ust.Husein Al-Habsyi, seputar Maulid dan Bid’ah)

Butuh perjuangan untuk menampilkan tulisan ini, Catatan ini menjawab seputar tentang Maulid Nabi, jawaban yang diberikan oleh Ust.Husein Al-Habsyi, mudah2an ada manfaatnya.


Maulid yg banyak dilakukan khususnya pd bulan Robiul Awal ini, sebagian mengatakan bahwa itu Syirik atau Bid’ah. Maulid adalah salah satu ungkapan cinta kita kepada Rosulullah Saww. Anda tentu pernah jatuh cinta…bagaimana perasaan anda pada saat itu, pasti kata2 indah(walaupun gombal) banyak mengalir dari mulut anda, surat dari sang kekasih dipandang-pandang bahkan mungkin surat tersebut dicium, semua benda2 yang ada hubungannya dengan kekasih anda tentu punya nilai khusus, disimpan baik2 bahkan dijaga ditaruh ditempat yg khusus, sapu tangannya kah….? fotonya kah…? atau apapun itu….

Semua yang anda lakukan itu adalah ” ekspresi cinta ” pada sang kekasih, Lantas…mengapa semua itu tidak kita sebut SYIRIK ATAU BID’AH, padahal kekasih anda tsb MANUSIA BIASA, penuh dgn kekurangan dan dosa, lalu mengapa untuk NABI kita bisa bilang bahwa itu Bid’ah, mereka yang membuat Maulid itu mengagungkan dan memuji2 Beliau Saww…, mereka mengagungkan yang dicintai oleh ALLAH, mereka mencintai kekasih ALLAH, salahkah mereka…. ? Bid’ah kah mereka… ? Kalau kita memang benar mencintai Nabi Mengapa semua peninggalannya harus hilang dari muka bumi ini ? mengapa para keturunanya harus dibantai ? Benarkah kita umatnya mencintai Nabi ?

Tentu tingkatan cinta kepada Nabi sangat berbeda dgn cinta kita pd sang kekasih, Seandainya Rosulullah Saww masih hidup lalu ia menyuruh kita utk berjuang tapi disisi lain kekasih kita menginginkan kehadiran kita…apa yang akan kita lakukan ?. kita bisa menjawab dgn jujur itu dlm hati dan menilai sendiri jawabannya.

Ada satu riwayat dijaman Nabi, para sahabat berebut air bekas wudu Nabi. Dan pd riwayat lain ketika Nabi sedang tidur dirumah salah satu sahabat, dan sahabat tersebut menampung tetesan keringat yg mengalir dari dahi Nabi, dan pd keksempatan lain Nabi datang kembali kermh sahabat tsb dan mencium wangi harum ruangan, lalu Nabi bertanya ” wangi apa ini ? “, sahabat tsb menjawab ” ini adalah wangi keringatmu ya…Rosulullah yg aku kumpulkan ketika engkau tertidur.” Mendengar itu Nabi tidak marah atau melarang melakukan hal tsb. Klu ini semua memang Bid’ah tentu hal2 seperti riwayat tsb sudah dilarang oleh Nabi, Riwayat2 tsb bisa anda temukan pada buku2 hadist.

Seorang saudara memberikan makalah ini untuk saya baca, dia tidak banyak berbicara hanya saya disuruh membaca, dan pesannya yg masih sy ingat sampai sekarang ” Kalau membaca tentang Ahlul Bait ukhti…harus membaca dari buku Ahlul Bait sendiri, dan ukhti jangan takut utk membaca kalau ukhti memang benar. Jangan membaca yang sudah jelas-jelas membenci Ahlul Bait karena pasti disana ukhti tidak akan menemukan jawaban yang sebenarnya tentang Ahlul Bait “. Dari situlah saya selalu membaca or bertanya pada yang memang ahlinya.

Dibawah ini ada percakapan antara Ust.Husein Al-Habsyi dgn dua orng pemuda, mudah2an dr percakapan ini bisa diambil manfaatnya bg para pembaca. Afwan…makalah ini tidak semua bisa sy tampilkan, dan Tulisan ini BUKAN UNTUK MEMANCING PROKONTRA ATAU BERDEBAT, tapi ini adalah salah satu upaya untuk menjawab pertanyaan2 yg timbul diseputar Maulid, dan membalut kesedihan hati ini ketika ” Mengapa Maulid Nabi ” harus selalu dipertentangkan. Nabi yg sempurna, yg Allah sebut dlm Al-Quran ” Innallaha wamala ikatahu Yusholluna a’lannabi Yaa…ayyuhallazina a’manu shollu a’laihi wasallimu Taslima.” begitu tingginya kedudukan Rosulullah Saww yg Allah sendiri BERSHOLAWAT UNTUKNYA, Allah memerintahkan puasa tp IA tdk berpuasa, Allah memerintahkan berzakat tp Allah tdk berzakat, tapi ketika perintah Sholawat Allah lah yg pertama kali bersholawat beserta para malaikatnya yg melakukannya. Dan Maulid adalah momen penting, dan bulan Robiul Awal adalah bulan Penuh Rahmat krn pd bln inilah manusia suci lahir ke Bumi.

Jadi bila masih ada yg menganggap bahwa Rosulullah Saww adalah manusia biasa menurut saya masih harus belajar dan mengkoreksi pemahaman Islamnya dengan benar.

Afwan….Selamat membaca…

DIALOG MAULUD NABI MUHAMMAD SAWW (oleh. Ust.Husein Al-Habsyi)

Makalah ini saya beri nama ” In Memoriam” atau dalam Bahasa Arab Minadzda Dzikroyat adapun judulnya adalah: Dialog Tentang Maulud Nabi Muhammad SaWW.

Persoalan Maulud ini tadinya orang Menganggap khilafiyah, sebenarnya masalah ini adalah bukan Khilafiyah.

Masalah ini menurut penilaian saya adalah masalah akibat dan kesalahan informasi. Orang-orang yang menganggap bahwa Maulid itu Syirik adalah korban dari informasi yang tidak jeli dan tidak jelas serta kurang tegas.

Makalah ini akan mengungkapkan peristiwa yang terjadi terhadap diri saya pada waktu saya berada di Kereta Api dalam perjalanan dari Jakarta ke Bandung. Peristiwa tersebut adalah dialog saya dengan dua orang penumpang yang juga bertujan yang sama ke Bandung. Adapun permasalahannya adalah Apakah memperingati Maulid Nabi (hari Lahir Nabi Muhammad saww) itu adalah : Mubah, Mustahab atau Sunnah, Bid’ah Dholalah, Syirik atau kufur ?

Adapun jalan ceritanya dialog tersebut adalah sebagai berikut :

Ada dua orng pria dengan pakalan rapi di hadapan saya, dari penampilannya tsb. menunjukkan bahwa mereka itu betul-betul seorang muslim yang gigih. Dan penampilan mereka juga, kelihatan sekali bahwa mereka mempunyai antusias yang tingggi untuk bertukar fikiran dan berkenalan dengan siapa saja maka terjadilah apa yang ditagdirkan oleh Allah. Salah seorang dari mereka bertanya kepada saya :

RN : ” Bapak kemana ? ”
HH : ” Saya jawab bahwa saya ke Bandung ”
RN : ” Oh….sama-sama, kami berduapun akan ke Bandung. Bapak ini namanya siapa ? ”
HH : ” Saya jawab bahwa saya Abu Ali ”
RN : ” Itukan nama samaran ”
HH : ” Saya jawab nama anak saya adalah Ali jadi saya namakan saya adalah Abu Ali ”
RN : “Tapi nama bapak sendiri siapa Pak ? “”
HH : “ Nama saya Husein Al-Habsyi “
RN : “Oh, ya..ya.. kami sudah dengar nama Bapak ini”. Dalam sebagian majlis-majlis kami disabut-sehut nama Bapak khususnya mengenai masalah Madzhab. Barangkali Bapak pernah berdialog dengan Ustad A (bkn nama asli) “
RN : “ Ustadz ada pesantren ? “
HH : “ Ya, di Bangil saya ada pesantren namanya Pesantren YAPI (Yayasan pesantren Islam).
RN : “ Oh, ya kami dengar Bapak sebagai pengasuhnya “
HH : “ Insya Allah saya sebagai khoddamnya disitu dan juga menjaga titipan orang, putra-putra kaum muslimin yang dititipkan kepada saya. Doakan sajalah semoga saya kuat melanjutkan tugas yang baik itu Insya Allah. Juga persis ada Pesantren Putra putri di Bangil. “
RN : “Ya, betul”.
HH : “ Apakah Saudara bisa memperkenalkan nama saudara juga ? “
RN : “ Oh, ya bisa, nama saya RN.”
HH : “Saya tidak perlu sebutkan namanya yg lengkap di sini, mudah-mudahan makalah ini juga bisa sampai kepadanya dan dia bisa menilai laporan saya di In Memoriam ini.
RN : “ Konon katanya ustadz membikin haflah Maulid tiap tahun di Bangil ?”
HH :” Oh, Ya benar. Apa Saudara pernah hadir ?”
RN : “Tidak, tidak,, saya cuma mendengar saja”.
HH: “ Apa yang menyebabkan saudara bertanya ?”
RN : “ Ya, kami sebetulnya heran Ustadz sebagai orang alim tahu Mazhab-mazhab kok, masih mau membikin acara Maulid “
HH : “ Kenapa, saudara-saudara ? “
RN : “ menurut kami acara itu syirik “
HH : “ Syirik bagaimana ?”
RN : “ Karena dalam acara Maulid itu, biasanya orang ada yang membakar gahru, memakai wangi-wangian, kemudian konon rohnya Nabi hadir, lalu bangun serempak ada yang pakai pukul terbangan, ada yang geleng-geleng kepala ke kanan ke kiri, apakah menurut ustadz ini tidak syirik ? “
HH : “ Maaf saudara, saya tidak sependapat dengan saudara, kwalifikasi syirik dalam masalah ini kelincipen (terlalu tajam) dan masalahnya sebenarnya tidak sampai kesitu. Barangkali saudara dapat informasi yg keliru. Apa saudara pernah hadir Majlis Maulid ?”
RN : “ oh, tidak “
HH : “ Lalu saudara bisa memfonis itu syirik bagaimana ?”
RN : “ Ya, seperti tadi yang saya dan itu semua adalah sarana-sarana syirik “.
HH : “ Saya heran saudara begitu berani menyatakan bahwa perbuatan itu syirik
padahal saudara sendiri belum pernah hadir apakah tidak karena salah informasi ?Sebab ada orang yang tidak pernah hadir tapi mendengar dan pendengaran itu dilebih-lebihkan sehingga menjadi sesuatu yang tidak benar lalu difatwakan atas dasar ketidak benaran dari informasi yang diterima tsb. Saya kira tidak demikian. Kalau saudara mau mendengarkan, saya Akan memerinci satu haflah atau satu maulid maka sebenarnya adalah sbb:

1 Setelah Para hadirin datang lengkap semuanya salah situ dari mereka membakar gahru dengan tujuan untuk mewangikan majlis sebab majlis yang kurang lebih 100 orang biasanya tidak bisa dijamin orang yang datang itu semuanya mandi dulu, maaf-maaf kadang-kadang ada yang masih berbau, bau keringat dsbnya. Maka dengan dibakarnya gahru dapat menghilangkan bau-bau tsb. Membakar gahru adalah Sunnah Nabi saw, bukan Bid’ah, apalagi syirik, mereka tentu saja tidak menyembah apinya. Rosulullah Saww punya bara api dan ada sahabat yang khusus mengurusnya yakni Nuaim Al-Mujammir. Nabi sering membakar gahru dan suka wewangian. Dan saudara-saudara jangan keliru, saudara bisa baca dalam buku-buku hadist, tinggal kita lebih meluaskan bacaan sajalah. Nanti kita akan temukan bahwa membakar gahru itu baik dan Sunnah Nabi Saww. (dan diantara hikmah membakar gahru adalah dapat menghilangkan bau-bau keringat menusia dan membasmi kuman-kuman yang bertebaran disekitarnya.)

Di masjid Nabawi (Mesjid Rosulullah Saww) di Madinah, setiap hari jumat khususnya, orang-orang Saudi yang Wahabi dan Top ekstremnya pun membakar gahru dan disaksikan oleh seluruh kaum muslimin di dunia. Pendapat yg mengatakan bahwa hal ini syirik mungkin karena suatu kebencian yg mendalam. Seharusnya kita merasa kasihan menfonis kaum muslimin dengan kata syirik. Mereka ingin majlisnya berbau wangi kemudian kita katakan syirik.

Kalau kita menggalang persatuan atau ukhuwah Islamiyah sementara yang lain bersikap mudah memfonis saudaranya sesama Muslim maka hal ini sangat memprihatinkan dan berbahaya sekali.
Jadi sekali lagi masalah bara api untuk membakar gahru adalah sunnah Nabi bukan syirik. Disini dapat dilihat bahwa dengan adanya informasi yang salah, permasalahannya jadi berbalik sesuatu yang Sunnah dianggap syirik.

2. Setelah didalam masjlis(baik dimesjid, surau atau dirumah) harum gahru menyebar disegala penjuru maka orang tua atau yg punya hajat memimpin bacaan surat al-Fatehah dan diikuti hadirin saya kira kita sepakat membaca surat Al-Fatehah tidak Bid’ah apalagi syirik bahkan membaca surat itu adalah sunnah.

3. Kemudian yang hadir semuanya itu membaca : Ya…Robbi sholli a’la Muhammad ya Robbi sholi alaihi wassalam dstrnya. anda dapat melihat bacaan Maulid yg biasa dibaca dalam buku Simthut Dhuror atau Untaian mutiara kisah Maulid Nabi besar Muhammad Saww oleh Al-Habib Ali bin Muhammad bin Husain Al-Habsyi yg sdh diterjemahkan oleh : M.Bagir Al-Habsyi dan diterbitkan oleh H.Anis bin Alwi bin Ali Al-Habsyi. Ketika bacaan sampai pada setik-detik peristiwa Aminah Ibunda Nabi melahirkan bayi Muhammad Saww para hadirin berdiri.

RN : “ Nah, ini dia Bid’ah dan ini dia syirik “
HH : “ Maaf saudara jangan memotong pembicaraan saya, justru orng yg mengganggap salah dlm masalah ini menurut anggapan saya itu tidak salah. Saya sekarang akan bertanya pada saudara ; seandainya orng membayangkan dalam imajinasinya dalam khayalnya bahwa Rosulullah Saww masuk pintu muka rumahnya apakah orng yg berimajinasi seperti ini saudara anggap syirik ?
RN : “ Tidak “
HH : “ Seandainya daya khayalnya itu begitu mendalam sehingga orng tersebut bangun seakan-akan dia menerima kadatangan Rosulullah Saww dan mau berjabat tangan dengan Rosulullah Saww apakah orang ini saudara anggap sudah syirik ? “
RN : “ Tidak “
HH : “ Kalau orang ini lebih dr itu, dia yakin bahwa Rosulullah Saww hadir apakah dia syirik ? “
RN : “ Ini saya tidak tahu “
HH : “ Kenapa tidak tahu ? anda harus tahu anda tidak syirik. Sebab Nabi Saww bersabda : “Siapa saja yg mengucapkan salam kepadaku aku akan membalas/menjawab salam itu dikubur saya “ Maksud nya ada hubungan spiritual antara Nabi dengan ummatnya. Dan hubungan tsb tidak dapat diputuskan sebab hal ini dalam alam arwah. Dan orang-orang yg merasakan demikian menyakini bahwa Nabi Saww menjawab dan itu tidak mustahil.

Kadang-kadang bahwa figur Nabi bisa terlihat olehnya. Kenapa saudara merasa heran ? sedangkan dialam benda sekarang ini, alam yg nyata ini kita bisa melihat pertandingan tinju yg sedang berlangsung jauh di Las Vegas, dikamar kita, itu semuanya bisa terjadi. Tapi dalam alam batin , alam gaib, alam roh semuanya menurut saya bukan suatu yg aneh dan tidak sampai menyentuh asal pokok iman (Iman tetap/tidak mengganggu keimanan) Bahkan orng yg mencintai Nabi sedemikian rupa dapat menguatkan imannya seperti pohon yg akar-akarnya makin mencengkram kebumi dan dahan-dahannya makin menjulang ke langit. Jadi maslah ini tdk menjadi permasalahan sama sekali.

Menurut pendapat saya bahwa orang yg menyelenggarakan Maulid mempunyai dua maksud :

1. Mengenang kembali riwayat hidup Nabi Saww, untuk didengar oleh umum.
2. Mendengarkan ceramah-seramah agama yg mengandung “ Nasehat-nashat yg baik “ Dalam zaman seperti sekarang dan ini adalah satu kesempatan yg baik.

RN : “ Ya, tetapi tidak seperti yg ustadz sebut “
HH : “ Saya kira itu tidak ada bedanya. Orang yg mengadakan Maulid Nabi dengan resepsi digedung bioskop dan mengadakan majlis seprti yg saya sebutkan tadi dimasjid saya kira tidak ada bedanya selama motivasinya sama, yakni menghormati Nabi dan tidak tidak mempunyai latar belakang lain. Apalagi kalau ditambah dgn memberi jamuan kpd Muslimin dan mustadh’afin, itu suatu perbuatan yg dianjurkan oleh Nabi Saww.

Saudara tentunya tdk memfatwakan bahwa memperingati detik-detik kemerdekaaan itu syirik ? Misalnya mereka mengibarkan bendera, mengheningklan cipta, apakah itu syirik ? “

RN : “ Kami tidak mempunyai komentar tentang hal itu “
HH : “ Ya…syukur tapi jelas tidak ada yg memfatwakan itu syirik sebab masing-masing menurut pendapatnya sendiri. “ Dan sesungguhnya amal itu tergantung dari niatnya. “

Kalau orng berniat memuja Nabi dalam arti mengkultuskan seperti dewa, mk orng itu kafir dan syirik. Tapi klu hanya niat menghormat, hormat yg bagaimanapun itu masih kurang, jadi itu belum apa-apa. Kata penulis Maulud Diba “ Seandaianya umat Islam ini mengadakan tiap hari Maulud maka hal itu masih belum setaraf dengan jasa Nabi Saww ”

Dengan jasa Nabi yg demikian besar dan jasa beliau ini tak terbalas “ Kalau kita Cuma duduk mengucapkan sholawat salam saja belum apa-apa, apalagi kita blm mengamalkan apa-apa. Apakah ini sdh bisa saudara gambarkan.

RN : “ Ya betul sy sudah bisa menggambarkan, Cuma majlis-majlis semacam itu, orng-orng yg duduk seperti itu lalu geleng-gleng kepala kekanan-kekiri, berdiri seperti menggendong bayi, dan terbangan itu Pak Ustadz menyebabkan umat ini mundur lalu semangat utk berjuang itu berkurang sebab roh orang-orang tsb sdh loyo “

HH : “ Wah, maaf Saudara, Saudara terlalu emosi. Roh yg loyo itu bagaimana saudara ? apakah saudara pernah melihat roh ?
Bukankah roh itu urusan Allah “ Quliruhi min amri Robbi “ loyo atau tdk loyonya roh itu dilihat dari mana ?
Kalau menurut sy loyo atau tdk itu diukur dari semangat perjuangannya terhadap Islam, berani atau tidak beraninya dia dalam memperjuangkan Islam. Dari sinilah kita bisa menentukan apakah roh seseorang itu loyo atau imannya kurang. Tapi tdk semua orng bisa mengetahui hal itu ? ”

=================================

Demikianlah catatan ini, afwan…bila dalam penulisan terdapat kekurangan2, karena keterbatasan yg saya miliki. Semoga dapat diambil manfaatnya, amiiin.

Al-fatihah, utk Rosulullah Saww, keluarganya, para Ma’sumin, Mukminin-Mukminat, Muslimin-muslimat, dan wabil khusus Al-Habib Husein bin Abu bakar Al-Habsyi…, ALFATIHAH….

Belum Ada Tanggapan to “In Memoriam….( Dialog Ust.Husein Al-Habsyi, seputar Maulid dan Bid’ah)”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: