Fatimah12's Weblog
Just another WordPress.com weblog

” Bidadari itu Perempuan Saleh “

Tidak sengaja tadi pagi saya membaca satu Status, ketika membaca status ini saya langsung teringat dgn satu artikel dgn judul ” Bidadari itu Perempuan saleh “. Artikel ini sdh lama sekali yaitu tahun 1993 dari salah satu majalah bahela(dahulu). Mudah-mudahan artikel ini bisa menjawab pertanyaan dr status tersebut. kurang lebih isinya begini, ” Kenapa Ya Allah Engkau hanya menciptakan bidadari saja ? Kenapa Allah tdk menciptakan bidadara utk para ukhti yg masuk syurga-MU ? ”

Afwan…tulisan ini adalah tulisan dari salah seorang ustad, yg saya kutip dari majalah tanpa ijin, karena besar hasrat hati ini ingin menjawab status tersebut, yg mungkin isinya akan ada yg PRO DAN KONTRA tapi bukan maksud saya untuk itu. Masing-masing bebas memilih menurut keinginan hatinya, dan tidak ada paksaan untuk itu. sah-sah saja bila ada yg suka atau tidak suka, afwan.

==========================================

Benarkah hadis yang mengatakan bahwa kebanyakan penghuni neraka itu perempuan ? “ Tanya seorang murid Kepada Imam Ja’far Shadiq a.s, Fakih besar abad kedua hijriah itu tersenyum. “ Tidakkah Anda membaca ayat Quran, Sesungguhnya kami menciptakan mereka sebenar-benarnya; kami jadikan mereka gadis-gadis perawan penuh cinta dan berusia sebaya.” Ayat ini berkenaan dengan para bidadari, yang Allah ciptakan dari perempuan yang saleh disurga lebih banyak bidadari dari pada laki- laki mukmin. Secara tidak langsung, Imam Ja’far menunjukkan bahwa hadis itu tidak benar, bahwa kebanyakan penghuni surga itu perempuan.

Hadis yang ‘mendiskreditkan’ perempuan ternyata sudah masyhur sejak abad kedua Hijriah. Tapi sejak itu juga sudah ada ahli agama yang menolaknya. Dari, Imam Ja’far inilah lahir mazhab Ja’fari, yang menetapkan bahwa akikah harus sama buat laki-laki maupun perempuan. (Pada mazhab-mazhab yang lain, untuk anak laki-laki disembelih dua ekor domba, untuk anak purempuan seekor saja.) Mengingat sejarahnya. mazhab Jafari lebih tua (karena itu lebih dekat dengan masa Nabi) dari pada mazhab lainnya. Boleh jadi, hadis-hadis yang memojokkan perempuan itu Baru mancul kemudian: sebagai produk budaya yang sangat “maskulin”?

Karena banyak ayat turun membela perempuan. pada zaman Nabi para sahabat memperlakukan istri mereka dangan sangat sopan. Mereka takut, kata Abdullah, wahyu turun mengecam mereka. Barulah setelah Nabi meninggal, mereka mulai bebas berbicara dengan istri mereka (Buchari). Umar, ayah Abdullah, menceritakan bagaimana perempuan sangat bebas berbicara kepada suaminya pada zaman Nabi. Ketika Sy.Umar membentak karena istrinya membantahnya dengan perkataan yang keras, istrinya berkata: “Kenapa kamu terkejut karena aku mernbantahmu? Istri-istri Nabipun sering membantah Nabi dan sebagian malah membiarkan Nabi marah sejak siang sampai malam. Ucapan ini mengejutkan sy.Umar : Celakalah orang yang berbuat seperti itu. Ia segera menemui Hafsah, salah seorang istri Nabi: Betulkah sehagian di antara kalian membuat Nabi marah sampai malam hari? Betul, jawab Hafsah (Bukhari).

Menurut riwayat lain, sejak itu Umar diam setiap kali istrinya memarahinya. Aku membiarkannya, kata Umar. karena istriku memasak, mencuci, mengurus anak-anak; padabal semuanya itu bukan kewajiban dia. Anehnya. sekarang, di dunia Islam. pekerjaan itu dianggap kewajiban istri. Ketika umat Islam memasuki masyarakat industri, berlipat gandalah pekerjaan mereka, Berlipat juga beban dan derita mereka. Untuk menghibur mereka, para mubalig ( juga mubaligat) bercerita tentang pahala buat wanita saleh yang mengabdi (atau menderita) untuk suaminya.

Sekiranya manusia boleh sujud kepada manusia lain, aku akan memerintahkan istri untuk sujud kepada suaminya (Hadis I ). Bila seorang perempuan menyakiti suaminya. Allah tidak akan menerima salatnya dan semua kebaikan amalnya, sampai dia berbuat suaminya senang (hadis 2). Siapa yang sabar menanggung penderitaan karena parbuatan suaminya yang jelek, ia diberi pahala seperti pahala Asiyah binti Mazahim (hiadis 3).

Setelah hadis-hadis ini, para khatib pun menambahkan cerita-cerita dramatis. Konon, Fatimah mendengar Rosul menyebut seorang perempuan yaag pertama kali masuk syurga.. la ingin tau apa yang membuatnya semulia itu. Ternyata. Ia sangat mentaati suaminya begitu rupa, sehingga ia disediakan cambuk setiap kali ia berkindmat kepada suaminya. Ia tawarkan tubuhnya untuk dicambuk kapan saja suaminya mengira service-nya kurang baik.

Cerita ini memang dibuat-buat saja. Tidak jelas asal-usulnya. Tapi hadis-hadis itu memang termaktub dlm kitab-kitab hadis.. Hadis I diriwoyatkan dari Sunan Abu Dawud. Tapi Bukhari (yang lebth tinggi kedudukannya dari Abu Dawud) dan Ahmad meriwayatkaa hadis berikut: : Ketika Aisyah ditanya apa yg dilakukan Rosulullah Saww dirumahnya, ia berkata: “ Nabi melayani keperluan istrinya, menyapu rumah, menjahit baju, rnemperbaiki sandal dan memerah susu. “ Anehnya hadis ini jarang disebut oleh para mubalig. Karena bertentangan dengan kepentingan laki-laki ?

Hadis-hadis lainnya ternyata dipotong pada bagian yang merugikan laki-laki. Setelah hadis 2, Nabi berkata “ Begitu pula laki-laki menanggung dosa yang sama seperti itu bila ia menyakiti dan berbuat zalim kepada istrinya.” Dan sebelum Hadis 3 Nabi berktata, “ Barang siapa yang bersabar (menanggung penderitaan karena perbuatan istrinya yang buruk, Allah akan memberikan untuk setiap kesabaran yang diilakukanya pahala seperti yang Allah berikan kepada Nabi Ayyub. Tapi, begitulah, kelengkapan hadis ini jarang keluar dari khotbah mubalig. (yang umumnya laki-laki).

sepeninggal Nabi perempuan disuruh berkhidmat kepada laki-laki, sedangkan laki-laki tidak diajari berkhidmat pada perempuan. Fikih yang semuanya dirumuskan laki-laki manempatkan perempuan pada posisi kedua. Beberapa gerakan Islam yang dipimpin laki-laki menampilkan ajaran Islam yang
“memanjakan” laki-laki. Ketika sebagian perempuan muslimat menghujat fikih yg mapan, banyak laki-laki saleh itu berang. Mereka dituduh agen feminisme barat, budak kaum kuffar, mereka dianggap merusak sunnah Nabi.

Nabi saww berkata : ” Samakanlah ketika kamu memberi anak-anakmu. Bila ada kelebihan, berikan kelebihan itu kepada anak perempuan.” Ketika ada sahabat yg mengeluh kerena semua anaknya perempuan, Nabi berkata : ” Jika ada orang mempunyai anak perempuan saja, kemudian ia memeliharanya dengan sebaik-baiknya, anak perempuan itu akan menjadi penghalang baginya dari api neraka(Muslim). Pendeknya “dahulukan perempuan ” kata Nabi dahulu. Pokoknya utamakan laki-laki, teriak kita sekarang.

Belum Ada Tanggapan to “” Bidadari itu Perempuan Saleh “”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: