Fatimah12's Weblog
Just another WordPress.com weblog

Imam Ali Bin Abi Thalib a.s

 

Imam Ali adalah wali Allah, yang dicintai Allah, karena Rosulullah Saww pun sangat mencintainya. Ummul Mukminin ‘Aisyah menceritakan saat-saat terakhir Rosulullah Saww. Beliau Saww  berkata : “Panggilkan kekasihku.”  Orang-orang memanggil Abubakar, Beliau  hanya memandang kepadanya dan meletakkan kepalanya. Beliau berkata : “Panggilkan kekasihku” orang-orang memanggil Umar, beliau hanya memandang nya dan meletakan kepalanya lagi. Beliau berkata : “Panggilkan kekasihku.” Orang-orang memanggil Ali. Ketika Nabi Saww melihat Ali, Tidak henti-hentinya Rosululallah Saww memeluk Ali sampai ia menghembuskan nafasnya yang terakhir  dan  tangan beliau berada diatas tangannya (Tarikh Ibn Asakir 3:17, 1037; Al-Thabari, Al-Riyadh al-Nadhrah 3:141; Dzakhair al-Uqba 72)

 

Secara terbuka Nabi Saww mengumumkan bahwa Ali adalah orang yang mencintai Allah dan dicintai Allah. “ Besok akan kuserahkan bendera kepada orang mencintai  Allah dan Rosul-Nya dan dicintai Allah dan Rosul-Nya. Allah akan memberikan kemenangan  kepadanya,” kata Rosulullah  pada perang Khaibar. Bendera itu kemudian diserahkannya kepada Ali (shahih Bukhari)

 

Anas bin Malik, khadam Rosulullah Saww bercerita : Nabi Saww mendapat hadiah daging Burung. Beliau berdoa, “ Ya Allah, datangkanlah orang yang paling ENGKAU cintai supaya ia makan daging burung ini bersamaku.” Kemudian datanglah Ali., aku(Anas) tolak ia. Ia datang lagi, dan kutolak lagi. Ali masuk pada kali ketiga atau keempat. Nabi Saww berkata padanya “ Apa  yang menahanmu untuk datang padaku ?” Imam Ali a.s menjawab, “ Demi  yang mengutusmu dengan hak sebagai Nabi. Aku mengetuk pintu tiga kali, tapi Anas selalu menolaknya.” (Sunan Al-Turmudzi)

 

Perjalanan menuju kecintaan kepada Allah harus dimulai dengan mencintai Rosulullah Saww, orang yang paling dicintai Allah. Tapi, sebelum memasuki kecintaan kepada Rosulullah Saww, kita harus mencintai orang yang paling dicintai Rosulullah Saww. Bukankah Nabi Saww pernah berdoa, “Cintailah Allah atas nikmat-NYA kepadamu. Cintailah  aku karena kecintaan kepada Allah. Dan cintailah Ahlil Baitku karena kecintaanku.”. Allah berfirman : “ Katakanlah(olehmu Muhammad) aku tidak meminta upah dari kalian kecuali kecintaan kepada keluargaku.”.

 

Pintu pertama untuk mencintai Allah adalah mencintai Ahlil Bait Nabi. Tidak perlu disebutkan  bahwa Nabi Saww tentu saja adalah orang yang paling mencintai Allah. Ia pembawa risalah. Seluruh hidupnya adalah bagian tak terpisahkan dari Firman Tuhan. Untuk memasuki kota Nubuwwah , kita harus memasuki pintunya. Dan pintu itu adalah kecintaan kepada Ali. “ Tidak mencintaimu wahai Ali, kecuali orang Mukmin. Dan tidak membencimu kecuali orang munafik.” (Shahih Muslim)

 

Tidak mengherankan bila keintaan kepada Ahlul Bait telah mempersatukan kaum muslimin, apapun mazhabnya. Al-Zamakhsyari seorang penyair pengikut mazhab mu’tazilah menulis puisinya :

 

Sudah banyak kebimbangan dan ikhtilaf

Semua menyatakan mezhabnya yang paling benar

Kupegang teguh kalimat  ‘La ilaha Illallah’

Dan kecintaan kepada Ahmad dan Ali

Berutung anjing karena mencintai Ashabul Kahfi

Jadi mana mungkin aku celaka

Karena mencintai keluarga Nabi.

 

 

Imam Syafi’I  melukiskan kecintannya kepada keluarga Nabi Saww dengan puisinya :

 

Wahai Ahlul Bait Rosulullah

Kecintaan kepadamu

Allah wajibkan atas kamu

Dalam Al-Quran yng diturunkan

Cukuplah tanda  kebesaranmu

Tidak sah shalat tanpa salawat kepadmu

 

Satu riwayat dari Anas bin Malik, Pada suatu hari Imam Ali memberi Bilal satu dirham untuk membeli semangka . Ketika semangka itu dibelah, mereka makan sedikit dan terasa pahit. Imam Ali berkata, ” Kembalikan semangka ini kepada penjualnya. Ambil lagi uang satu dirham itu. Rosulullah Saww berkata padaku:  ‘Sesungguhnya Allah mewajibkan manusia, pepohonan, buah-buahan, biji-bijian untuk mencintaimu. Siapa yg memenuhi perintah mencintaimu, ia akan menjadi bagus dan manis. Siapa yang tidak mencintaimu, ia akan menjadi buruk dan pahit. Aku kira semangka ini  termasuk yang menolak mencintaiku.”

 

 

 

Disalin dari buku : “Muatan Cinta Ilahi”

 

Belum Ada Tanggapan to “Imam Ali Bin Abi Thalib a.s”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: