Fatimah12's Weblog
Just another WordPress.com weblog

” Fobia Ali “

 

Teringat ketika dulu waktu berjalan bersama misanan(sepupu) sebut saja Novi, familiku yg satu ini lumayan tinggi ilmu agamanya, sehingga setiap kali kita bertemu nyaris ta’k pernah lewat ada saja pembahasan agama yg dibicarakannya.

Hampir setiap kali kita bertemu nama Sayyidina Ali kw selalu disebutnya, sekali waktu pada saat itu, mungkin krn masih minimnya pengetahuanku atau krn fanatik terhadap mazhab(waktu itu) sehingga setiap kali ia menyebut nama Sayyidina Ali kw, aku suka ‘menggerutu’ atau kesal dalam hati, hatiku selalu berkata ‘mengapa nama beliau terus yg disebut2nya ????’, apa tidak ada sahabat lain yg mulia juga..?, krn sudah tak sabar lagi…..akhirnya keluar juga unek2 itu…’Ali melulu..?!’ jawabku.

Novi sempat bingung mendengar ucapanku…, tapi kemudian dia tersenyum dan mengatakan….“Agama Allah tidak dapat dikenali dgn kepribadian atau status seseorang, melainkan agama Allah dapat dikenali melalui tanda-tandanya. Jika engkau mengenali kebenaran, maka engkau akan mengenali ahlinya.”

Boleh dibilang aku ini mengidap ‘Fobia Ali’, begitulah adanya..krn setiap kali Novi berkata aku terus membantahnya, bisa dikatakan bukan bahasa logika lagi yg berbicara tapi ini lebih kepada bahasa rasa. Mulai rada tegang nih…hubungan kita, kata2 Novi cukup menjadi bahan pemikiranku,, sehingga akupun tidak mau kalah dengannya. Ku coba mencari dan mempelajari keyakinanku, agar aku dapat membalas perkataan2nya. Setiap kali kita berbicara pasti aku mulai siap2 utk berdebat dengannya, yg jelas dengan segala bahan2 yg telah aku pelajari. Novi suka tertawa bila aku membalas semua perkataan2nya, dan ada satu hal lagi yg membuat ku jadi tambah berfikir, dia bilang “ kalau ukhti ingin berdebat atau ingin menjatuhkan pihak lawan bicara carilah bahan2 itu dari sumber si lawan bicara, bukan dari pihak ukhti sendiri, percuma saja tidak akan bisa ditrima oleh pihak lawan bicara “

Yah..begitulah kalau fanatik, jadinya setiap ada yg berbicara…. sekalipun itu benar kalau itu keluar dari Novi aku pasti membantahnya.. hatiku seperti dikelilingi pagar yg membatasi setiap yg masuk, jadi bahlul(bodoh).…teka(kata orng Jakarta)…sangat selektif. Yang bingungnnya padahal aku ini kuliah…tapi kok bisa ya…punya sifat primitif seperti itu dulu…

Kucoba mempelajari biografi 4 Imam Mazhab, number one yg aku pelajari ialah sejarah Imam Syafi’I, masa… bermazhab beliau tapi tdk tau tentang kehidupannya(pikirku)….mulai deh tekun mempelajarinya….., walaupun bermazhab beliau tapi aku hampir jarang sekali membaca riwayat hidupnya.

Tapi apa yg kudapatkan…aku malah menemukan pesan-pesan beliau yg sangat kukagumi…yg kuingat sampai sekarang ialah “ Tidak sekali-kali aku bertukar fikiran dengan seseorang , lalu ingin supaya ia jatuh didalam kesalahan, itu tidak “, “ Lawanku bagi mereka ada kebaikan dan kelebihan atas diriku; maka semoga Tuhan jangan menjauhkan lawanku itu dari aku “, “ Mereka selalu membicarakan kesalahanku, maka aku dapat menjauhinya; dan mereka selalu berlomba-lomba akan mendahului aku, maka aku dapat berusaha lebih tinggi, karenanya.”

Dahsyat banget…kata2nya , intelek sekali pemikirannya, dan dari pesan2 beliaulah ..aku mulai membuka diri dan tdk primitif lagi dalam pemikiran..

Selain mencari sendiri akupun bertanya pada ustadz2 yang memang ahli dibidangnya.., jadi kalau bertanya bab Sunni aku tanya langsung pd ustadku yg sunni, tapi kalau berkenaan dengan bab tentang Syi’ah aku bertanya langsung pada ustadznya. Bukan melalui majalah2 atau katanya2, jaman dulu blm ada internet jadi aku sering baca mengenai Syi’ah melalui majalah2 Islami yg SANGAT ANTI TERHADAP SYI’AH. Yang isinya sangat jauh dari ajaran Syi’ah yg sebenarnya.

Pemilihan seorang guru, menurutku itu sangatlah penting, karena dari merekalah kita mendapatkan pengetahuan. dan secara otomatis juga pemikiran dan pengaruh kejiwaan akan tertularkan pada muridnya. Jadi utk bab yg satu ini aku memang tdk sembarangan dalam memilih.

Novi sering banget ngebahas Ahlul Bait Nabi…, jadi akupun mulai mempelajari sejarah tentang Ahlul Bait Nabi yg jelas belajar dari versi ku sendiri bukan versi Novi…
Pertama kali yg kubaca adalah sejarah Sayyidatina Fatimah Azahrah a.s, dan sampai detik inipun tidak akan pernah kulupakan bagaimana aku hampir tidak bisa bangun dari tempat tidur karena banyak menangis, begitu SANGAT MENYEDIHKAN , berbagai penderitaan yg telah dialami oleh keluarga Nabi.

Semua itu baru kuketahui setelah aku mencari sendiri, karena memang pembahasan tentang keluarga Nabi hampir tidak pernah kudapatkan dipengajian2 maupun disekolah….aku mulai berfikir MENGAPA DEMIKIAN ?? ADA APA SEBENARNYA..?? SALAH SIAPAKAH INI ??

Ada satu riwayat yg sangat menyentuh hatiku…” Ketika itu Imam Ali a. s sedang duduk didepan rumahnya dengan memegang segelas susu…, kebetulan ada sahabat beliau yg lewat dan menghampiri beliau, kemudian bertanya , ‘Apa yg sedang engkau pegang Ya..Amiril Mukminin…’ tanyanya.., lalu beliau a.s menjawab.” Ini segelas susu..’, ‘ Bukankah itu sudah berbau(tak layak untuk diminum…’ Tanya sahabat itu lagi. ‘ ssssuuuttt…..aku pernah melihat Rosulullah Saww….meminum susu yg lebih lama dari ini….’ Jawab Imam Ali a.s

Duh Gustii…! Aku tak sanggup …untuk menahan air mata ini…, mengapa orang seperti beliau HARUS aku sentimen-nin. Ya..Allah… ampuni segala kebodohan hamba…mengapa aku harus menutup telinga dan hati ini bila nama beliau disebut…SIAPA BELIAU INI ? mengapa fikiranku begitu picik dan kerdil.

Apalagi ketika aku mendengar satu hadis Rosulullah Saww “ Aku adalah kota ilmu dan ali pintunya. “ cukup sudah bagiku…betapa tingginya kedudukan beliau disisi Rosulullah Saww. Dialah satu-satunya manusia yg lahir didalam Ka’bah dan tentunya itupun atas seijin Allah…, benarlah gelar yg diberikan padanya SANG PUTRA KA’BAH. Bagaimana pengorbanan beliau untuk Rosulullah Saww…. Beliau bagaikan Harun disisi Musa(hadis). Syukran lillah Ya..Allah…

Rosulullah Saww bersbda dlm hadist kisa…(Yang berselimut) “ Ya Allah…sesungguhnya mereka adalah keluargaku, pembawa risalahku, serta penjaganya (penjaga risalah), Daging mereka adalah dagingku dan darah mereka adalah darahku, yg menyakiti mereka berarti menyakitiku, dan yang menyusahkan mereka berarti menyusahkanku, aku memerangi siapa saja yang memerangi mereka dan aku berdamai dengan yang berdamai dengan mereka, dan aku memusuhi siapa yg memusuhi mereka, dan aku mencintai siapa saja yang mencintai mereka. Maka sesungguhnya mereka dariku dan aku dari mereka.” (Shahih Muslim, bab: Keutamaan Keluarga Nabi, riwayat dr Aisyah r.a)

Mereka disini ialah yg berada dlm selimut (Imam Ali, sy.Fatimah, Imam Hasan,dan Imam Husein)

Ini bukan merupakan kultus individu, tapi ini adalah suatu keharusan yang memang harus ditrima krn Rosulullah Saww sendiri yg menyebutnya demikian.

Rosulullah adalah matahari dan ali adalah bulan…, Allah menciptakan hanya ada satu didunia ini…tidak ada yg bisa menyamai beliau2….yang harus menjadi Imam haruslah menjadi Imam bukan ma’mum.., dan yg harus menjadi ma’mum haruslah menjadi ma’mum bukan menjadi Imam.

Aku yakin kebenaran itu mempunyai jalannya sendiri, walaupun dihalang-halangi dia akan tetap mengalir. Aku SANGAT BERSYUKUR bisa melewati itu semua dan kuanggap sebagai mata rantai kehidupanku…, yg saling sambung menyambung dan berhubungan satu dengan yg lainnya..yg membuat sangat indah dan berarti dalam hidupku…sehingga Insya Allah….aku bisa melangkah dan bersikap sebagaimana mestinya. Insya Allah…doakum…..

Begitulah aku dulu…ya…aku dan Fobia Ali…

Belum Ada Tanggapan to “” Fobia Ali “”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: