Fatimah12's Weblog
Just another WordPress.com weblog

” Imam Ali Bin Abi Thalib a.s “

Karena peranan Bani Umaiyah begitu kuat, posisi Muawiyah semakin kuat dan Imam Ali As terhalangi untuk menjadi khalifah, setelah 25 tahun kemudian baru terpilih menjadi khalifah ke 4 menggantikan khalifah Usman yang dibunuh.

Imam Ali As menasehati gubernur Syam yang dijabat oleh Muawiyah untuk menghentikan fitnah dan kedhalimannya. Muawiyah tetap saja mengobarkan fitnah agar umat Syam mau berperang melawan Imam Ali As, maka Imam Ali As memecatnya. Muawiyah membuat fitnah seakan-akan Imam Ali As yang mempelopori pembunuhan khalifah Usman, padahal Muawiyah mengetahui dengan pasti siapa pembunuhnya.

Tidak dapat dibenarkan bila seorang GUBERNUR menentang PUSAT PEMERINTAHAN ISLAM, yang menyebabkan terjadinya perang Shiffin dan puluhan ribu umat Islam jadi korbannya.

Padahal Muawiyah mengetahui akan sabda Nabi SAW:
” Bila seseorang tetap menjadi pemimpin sementara ia [Muawiyah) mengetahui ada orang lain (Ali) yang lebih pantas dari dirinya, maka sesungguhnya ia telah mengkhianati Allah, Rasul-Nya dan umat Islam.” (Shahih Muslim juz I: 193)

Rasulullah SAW bersabda kepada Imam Ali As:

” Di Shiffin kelak engkau akan dibantu oleh Wais Al-Qharni dengan 999 pasukannya. Ya Ammar, kelak engkau akan dibunuh oleh golongan sesat.”

Walaupun hanya 11 orang yang dapat membaca dan menulis pada zaman itu, dengan penuh rasa persaudaraan Rasul SAW berkali-kali menyuruh memanggil Muawiyah untuk menuliskan wahyu, namun Muawiyah selalu menolak beralasan masih makan.

Lalu Rasulullah SAW berdoa dalam sabdanya: ” Semoga Allah SWT tidak mengenyangkan perutnya.”
( S.Muslim j1 8: 27, Musnad Abi Dawud hal 359, Khashais Nasai bab Fadhail Ali bin Abi Thalib :23)

Konon sejak saat itu, Muawiyah tak pernah merasa kenyang, dan berhenti makan bila telah penat rahangnya. Ternyata bukan kedudukan Imam Ali As saja yang diperebutkan, juga gelarnya yang diberikan oleh Nabi SAW, seperti Dzun Nurain karena telah memiliki dua putra cahaya mata Nabi Muhammad SAW yaitu Hasan As dan Husain As.

Imam Ali bin Abi Thalib As lahir di dalam ka’bah. Di Mihrab masjid Kufah, ketika mengimami shalat subuh, pada saat sujud, Abdurrahman bin Muljam dari Bani Umaiyah menebas kepalanya dengan pedang beracun.

Imam All As merasa kepalanya yang terbelah lalu merobek tepian sorbannya, diikatkan dikepalanya. Darahpun membasahi wajah dan janggutnya, sy Zainab mengusapinya.

Abdurrahman(AR) tertangkap dihadapkan kepada Imam Ali As yang kemudian bersabda:

Imam Ali :” Wahai saudaraku Abdurrahman…. Apa salahku kepadamu hingga kau menebas kepalaku…?”

AR : Diam saja.

Imam Ali : ” Wahai saudaraku Abdurrahman, aku kini mengadilimu belalah dirimu…? Apakah aku pernah menyakitimu, membunuh kerabatmu, Sehingga kau merasa memiliki hak untuk menuntut balas kepadaku..?”

AR : Diam saja, tubuhnya semakin gemetar..

Imam Hasan As datang membawakan segelas susu untuk ayahnya, susu itu diminumkan kepada Abdurrahman oleh Imam Ali As.

Imam Ali : ” Belalah dirimu semampumu, agar aku dapat memutuskannya dengan adil….”

AR : Menangis menyesalinya, Mengapa aku mau disuruh membunuh manusia yang bijak dan adil ini ?

Imam Ali : ” Aku merelakanmu untuk mendapatkan kerelaan Allah SWT ”

AR : Menjerit, menangis, menjatuhkan dirinya mencium kaki Imam Ali As

Umatpun larut dalam tangisan yang membahana di dalam masjid. Imam Ali As melihat putra-putrinya larut juga dalam tangisan, lalu bersabda:

” Duhai putriku Zainab…. Janganlah menangisi aku nak…. Penderitaanku ini hanya sesaat dan akan hilang bersama kewafatanku… Sedang penderitaan yang akan membebanimu, dan akan sangat lama bersemayam di dalam lubuk hatimu.. Aku mohon tabahkan, agar kenikmatan dari Allah SWT tidak berkurang, maka cukupkanlah tangisanmu itu nak…”

” Duhai putraku Hasan Kepalaku ditebas oleh pedang beracun hanya sekali, sakitnya sangat perih dan sesaat lagi akan hilang bersama kepergianku dari bumi. Engkau akan diracun 3x dan racun yang diberikan padamu lebih menyakiti, terimalah semua itu dengan sabar dan rahasiakanlah orang yang meracunimu agar dapat bertambah kenikmatan yang dijanjikan oleh Allah SWT kepadamu nak…”

” Wahai putraku Husain…. Jangan menangisiku nak Tiada keluarga yang lebih menderita dari keluarga kami…. Duhai putraku Husain…. Aku ditebas hanya sekali oleh sebilah pedang Penderitaanku ini segera akan berlalu ditelan waktu dan akan hilang bersama kewafatanku… Dan engkau wahai putraku
Husain…. Akan ditebas oleh ratusan pedang, ratusan tebasan, ratusan tusukan anak panah dan tombak nak…. Pada saat yang memilukan itu berusahalah semampumu untuk mempertahankan ketabahanmu, terimalah semua itu dengan penuh keikhlasan, agar kenikmatan yang dijanjikan oleh Allah SWT dapat terpenuhi….
Ketahuilah nak…. Pada saat itu kakekmu, ibumu, aku, kakakmu melihatmu, menungguimu sambil membawakan segelas minuman dari surga untukmu, beliau ingin segera bersamamu…”

“Bila aku telah wafat, buatlah 4 makam yang berjauhan, makamkanlah aku ditempat yang lain dan rahasiakan, sebab Muawiyah akan membongkar makamku, akan menghinakanku…”

Kemudian Imam Ali As berpamit dan wafat…. Inna Lillahi wa inna Ilaihi rojiun Malam Jum’at tgl 21 Ramadhan 4o H dan usia 63 tahun. Usia Imam Ali As sama dengan usia Rasulullah SAW.
Imam Ali As di tebas dengan pedang beracun… Imam Ali as seakan merasakan terlebih dahulu: Tebasan pedang yang akan di terima oleh putranya Al-Husain As kelak. Racun yang akan diberikan kepada putranya Al-Hasan As.

Rasulullah SAW telah bersabda: Ali as bersama Al-Qur’an. keduanya hadir dan pergi pada bulan Ramadhan. Al-Qur’an diturunkan pada bulan Ramadhan Imam Ali As wafat pada bulan Ramadhan.

Dikutip dr buku ” Dijalanmu segenap langkahku ”

Belum Ada Tanggapan to “” Imam Ali Bin Abi Thalib a.s “”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: